Cek Tekanan Darah Hindari Keparahan COVID-19

Selasa, 19 Mei 2020 - 10:30 WIB
Dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM, President Indonesian Society of Hypertension (InaSH) atau Perhimpunan Dokter Hipertensi (PERHI) mengatakan, hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang mengakibatkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan.

"Hipertensi tidak bergejala (silent killer) dan merusak organ-organ penting antara lain otak, jantung, ginjal, pembuluh darah besar, sampai ke pembuluh darah kecil," kata dr. Tunggul.

Maka itu, ia menekankan dalam masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, masyarakat hendaknya lebih peduli untuk secara teratur melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah (PTDR) dan apabila pada pasien hipertensi muncul gejala awal COVID-19 seperti meningkatnya suhu tubuh, sesak napas, batuk kering, dan sebagainya, segera berkonsultasi pada dokter. (Baca Juga: Risiko Ganda Pasien Hipertensi yang Terinfeksi COVID-19 )

Penatalaksanaan hipertensi juga dimaksudkan agar terdeteksi sedini mungkin, terkontrol, dan dapat mencegah komplikasi di kemudian hari. Tapi, perlu diketahui, hipertensi sendiri saja secara perlahan tapi pasti bakal menyebabkan komplikasi kerusakan struktural dan fungsional pembuluh darah dan juga organ-organ terminal (mata, otak, jantung, ginjal). Hal ini dikenal dengan istilah Hypertension-Mediated Organ Damage (HMOD).

"Adapun beberapa manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal, dan gangguan pengelihatan termasuk kebutaan," timpal dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K).
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!