Hindari Risiko Obesitas dengan Modifikasi Gaya Hidup, Begini Caranya!
Minggu, 11 April 2021 - 18:50 WIB
Pola makan sehat salah satu kunci untuk menghindari obesitas. Foto/istimewa
JAKARTA - Obesitas bisa menjadi faktor utama beberapa penyakit tidak menular seperti Diabetes. Oleh karena itu, Sangat penting bagi kita untuk menjaga berat badan idel dengan konsumsi makanan sehat dan melakukan aktivitas fisik.
Ada banyak cara lainnya agar terhindar dari kondisi obesitas, salah satunya adalah batasi atau hindari makanan olahan.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Prof. Dr. dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK (K), MPH memaparkan mengenai peningkatan konsumsi makanan olahan.
Menurutnya, makanan olahan seperti mie instan dan camilan yang digoreng biasanya memiliki harga yang terjangkau, mudah ditemukan, dan sangat dipromosikan, padahal makanan seperti itu tidak sehat karena berkalori tinggi dan bernutrisi rendah.
Baca Juga : Hidup Hampir 100 Tahun, Ini Rahasia Umur Panjang Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II
“Sayangnya lebih dari 60% orang dewasa mengonsumsi mi instan dan camilan yang digoreng setiap minggu. Anak-anak pada umumnya juga mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang lebih sedikit dari yang mereka butuhkan, dan mereka mengonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat, yang seharusnya mereka hindari,” ungkap Prof Nurpudji dalam Konferensi Pers Virtual bersama Novo Nordisk, beberapa waktu lalu.
Ada banyak cara lainnya agar terhindar dari kondisi obesitas, salah satunya adalah batasi atau hindari makanan olahan.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Prof. Dr. dr. Nurpudji Taslim, Sp.GK (K), MPH memaparkan mengenai peningkatan konsumsi makanan olahan.
Menurutnya, makanan olahan seperti mie instan dan camilan yang digoreng biasanya memiliki harga yang terjangkau, mudah ditemukan, dan sangat dipromosikan, padahal makanan seperti itu tidak sehat karena berkalori tinggi dan bernutrisi rendah.
Baca Juga : Hidup Hampir 100 Tahun, Ini Rahasia Umur Panjang Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II
“Sayangnya lebih dari 60% orang dewasa mengonsumsi mi instan dan camilan yang digoreng setiap minggu. Anak-anak pada umumnya juga mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang lebih sedikit dari yang mereka butuhkan, dan mereka mengonsumsi lebih banyak makanan tidak sehat, yang seharusnya mereka hindari,” ungkap Prof Nurpudji dalam Konferensi Pers Virtual bersama Novo Nordisk, beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :