WHO Sebut Jam Kerja Panjang Bisa Sebabkan Kematian
Senin, 17 Mei 2021 - 15:53 WIB
Sebagian besar kematian terjadi pada usia 60-79 tahun, yang telah bekerja selama 55 jam atau lebih per minggu antara usia 45 dan 74 tahun. Jam kerja yang panjang diketahui bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari total perkiraan beban penyakit terkait dengan pekerjaan.
Kondisi ini ditetapkan sebagai faktor risiko dengan beban penyakit akibat kerja terbesar. Kondisi ini menggeser pemikiran menuju faktor risiko pekerjaan yang relatif baru dan lebih psikososial ke kesehatan manusia.
Studi tersebut menyimpulkan bahwa bekerja 55 jam atau lebih per minggu dikaitkan dengan perkiraan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik 17% lebih tinggi, dibandingkan bekerja 35-40 jam seminggu.
Selain itu, jumlah orang yang bekerja dengan jam kerja yang panjang terus meningkat mencapai 9% dari total populasi secara global. Tren ini menempatkan lebih banyak orang pada risiko kecacatan terkait pekerjaan dan kematian dini.
Baca Juga : Pastikan Keamanan Vaksin, Penggunaan AstraZeneca di Indonesia Distop Sementara
Analisis baru muncul saat pandemi Covid-19 dan menyoroti pengelolaan jam kerja pandemi mempercepat perkembangan yang dapat mendorong tren peningkatan waktu kerja.
Kondisi ini ditetapkan sebagai faktor risiko dengan beban penyakit akibat kerja terbesar. Kondisi ini menggeser pemikiran menuju faktor risiko pekerjaan yang relatif baru dan lebih psikososial ke kesehatan manusia.
Studi tersebut menyimpulkan bahwa bekerja 55 jam atau lebih per minggu dikaitkan dengan perkiraan risiko stroke 35% lebih tinggi dan risiko kematian akibat penyakit jantung iskemik 17% lebih tinggi, dibandingkan bekerja 35-40 jam seminggu.
Selain itu, jumlah orang yang bekerja dengan jam kerja yang panjang terus meningkat mencapai 9% dari total populasi secara global. Tren ini menempatkan lebih banyak orang pada risiko kecacatan terkait pekerjaan dan kematian dini.
Baca Juga : Pastikan Keamanan Vaksin, Penggunaan AstraZeneca di Indonesia Distop Sementara
Analisis baru muncul saat pandemi Covid-19 dan menyoroti pengelolaan jam kerja pandemi mempercepat perkembangan yang dapat mendorong tren peningkatan waktu kerja.
Lihat Juga :