Plester Dinding Sendiri? Ini Caranya Plester Dinding untuk Pemula
Sabtu, 31 Juli 2021 - 19:20 WIB
Bahan yang akan Anda gunakan adalah adukan antara pasir dengan semen sehingga sering disebut dengan plesteran mortar. Perbandingan campuran pasir dengan semen pada jenis ini yang sering dipakai adalah 1 semen : 3 pasir, 1 semen : 4 pasir atau 1 semen : 5 pasir. Terlebih dahulu campuran adukan dibuat dengan mencampur pasir dan semen sesuai komposisi,
dicampur secara merata. Kemudian, diaduk dengan air sesuai dengan kekenyalan yang dibutuhkan.
Volume air yang dicampurkan ke dalam adukan tidak boleh terlalu banyak karena dapat menyebabkan adonan plesteran menjadi cair sehingga sulit ditempelkan ke dinding. Sebaliknya, jika volume air yang dicampurkan terlalu sedikit, plesteran akan terlihat kering dan sangat sukar untuk menempel ke dinding.
Waktu maksimum pemakaian dari plesteran yang baik adalah maksimal 30 menit setelah pengadukan campuran. Setelah bahan sudah di siapkan, ini caranya untuk membuat plester dinding yang benar
1. Susun bata ringan sesuai perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya, dan pastikan dinding tersebut sudah terpasang dengan posisi yang benar-benar tegak. Hal ini dikarenakan berpengaruh besar terhadap kuantitas adukan yang diperlukan, dimana dinding yang rapi cenderung lebih hemat ketimbang tembok yang bengkok.
dicampur secara merata. Kemudian, diaduk dengan air sesuai dengan kekenyalan yang dibutuhkan.
Volume air yang dicampurkan ke dalam adukan tidak boleh terlalu banyak karena dapat menyebabkan adonan plesteran menjadi cair sehingga sulit ditempelkan ke dinding. Sebaliknya, jika volume air yang dicampurkan terlalu sedikit, plesteran akan terlihat kering dan sangat sukar untuk menempel ke dinding.
Waktu maksimum pemakaian dari plesteran yang baik adalah maksimal 30 menit setelah pengadukan campuran. Setelah bahan sudah di siapkan, ini caranya untuk membuat plester dinding yang benar
1. Susun bata ringan sesuai perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya, dan pastikan dinding tersebut sudah terpasang dengan posisi yang benar-benar tegak. Hal ini dikarenakan berpengaruh besar terhadap kuantitas adukan yang diperlukan, dimana dinding yang rapi cenderung lebih hemat ketimbang tembok yang bengkok.
Lihat Juga :