Peneliti AS Sebut Obat Depresi Bisa Kurangi Risiko Covid-19 Parah hingga Kematian

Senin, 08 November 2021 - 13:45 WIB
"Ini adalah obat yang sudah dipakai dua hingga tiga dekade dalam dunia medis, yang artinya telah dikonsumsi jutaan orang," timpal David Boulware, seorang dokter penyakit menular dan peneliti di University of Minnesota Medical School di Minneapolis.

Ia melanjutkan, obat fluvoxamine tersedia di setiap apotek di Amerika Serikat dan cenderung murah dengan penggunaan untuk 10 hari dikenakan estimasi biaya sebesar USD10 atau setara dengan Rp143.700.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tak Sebabkan Stroke pada Anak, Ini Faktanya!

Di sisi lain, sebagai perbandingan adalah obat antivirus molnupiravir produksi Merck yang diproyeksikan penggunaannya pada Covid-19 selama lima hari, dikenakan biaya USD700 atau setara dengan Rp10,1 juta.

Dokter Boulware tidak terlibat dalam uji coba obat antidepresan tersebut, namun ia coba membantu menganalisis hasil dari penelitian itu. Dalam penjelasannya, fluvoxamine cukup menjanjikan sebagai pengobatan awal Covid-19.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!