Ini Bahaya Mutasi Baru Covid-19, Yuk Jangan Abai Protokol Kesehatan
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:08 WIB
Para ilmuwan pun mengatakan, mutasi serupa juga ditemukan pada varian lain seperti Delta yang membuat penularan menjadi semakin cepat.
Saat ini varian Delta yang kali pertama didokumentasikan di India pada 2020 adalah jenis yang paling dominan. Lebih dari 90 persen data sekuens genetik virus global diidentifikasi sebagai varian Delta. Di situs data sekuens GISAID sudah lebih dari 5,6 juta genom sekuens yang sudah masuk sampai hari ini.
Selain Omicron, WHO juga telah mengidentifikasi varian yang wajib diperhatikan lainnya seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta serta delapan varian yang telah diteliti terus termasuk Varian of Interest (VOI) sejak Mei 2021, salah satunya adalah Lambda dan MU.
Baca juga: Waspada! Satu Orang Meninggal Tiap Detik karena Diabetes
"Nama-nama yang diberikan ini memang sesuai dengan alphabet Yunani jadi sebaiknya kita bertekat Omicron menjadi alphabet terakhir dalam abjad Yunani yang menjadi perhatian serius," tuntasnya.
Saat ini varian Delta yang kali pertama didokumentasikan di India pada 2020 adalah jenis yang paling dominan. Lebih dari 90 persen data sekuens genetik virus global diidentifikasi sebagai varian Delta. Di situs data sekuens GISAID sudah lebih dari 5,6 juta genom sekuens yang sudah masuk sampai hari ini.
Selain Omicron, WHO juga telah mengidentifikasi varian yang wajib diperhatikan lainnya seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta serta delapan varian yang telah diteliti terus termasuk Varian of Interest (VOI) sejak Mei 2021, salah satunya adalah Lambda dan MU.
Baca juga: Waspada! Satu Orang Meninggal Tiap Detik karena Diabetes
"Nama-nama yang diberikan ini memang sesuai dengan alphabet Yunani jadi sebaiknya kita bertekat Omicron menjadi alphabet terakhir dalam abjad Yunani yang menjadi perhatian serius," tuntasnya.
(nug)
Lihat Juga :