Bagaimana Asal Muasal Tradisi Belanja Black Friday & Mengapa Booming di Indonesia?
Senin, 13 Desember 2021 - 09:31 WIB
Baca Juga: Doddy Sudrajat Dikritik Gegara Doakan Vanessa Angel di Tepi Jalan Tol
Kata Black Friday sendiri awalnya muncul di Philadelphia pada tahun 1961, yaitu merupakan deskripsi yang dikemukakan oleh kepolisian terhadap banyaknya orang lalu-lalang pada hari-hari setelah hari Thanksgiving.
Di Indonesia sendiri, Black Friday dirayakan dengan berburu promo dan barang-barang diskon lainnya. Baik ritel maupun e-commerce memberikan diskon besar-besaran untuk berbagai jenis barang dan hal itu dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
Direktur Bisnis Digital PT Bank MNC Internasional Tbk Tee Teddy Setiawan mengatakan, “Masyarakat Indonesia sangat suka berbelanja. Jadi tidak heran kalau perayaan 'Black Friday’ yang mengobral barang dengan harga murah ini banyak diminati di Tanah Air."
"Momen tiap tahun ini bisa menjadi salah satu momen belanja yang sayang untuk dilewatkan. Masyarakat bisa merencanakan tabungan untuk perayaan Black Friday berikutnya sehingga barang yang dibeli bisa lebih banyak,” demikian sarannya.
Kata Black Friday sendiri awalnya muncul di Philadelphia pada tahun 1961, yaitu merupakan deskripsi yang dikemukakan oleh kepolisian terhadap banyaknya orang lalu-lalang pada hari-hari setelah hari Thanksgiving.
Di Indonesia sendiri, Black Friday dirayakan dengan berburu promo dan barang-barang diskon lainnya. Baik ritel maupun e-commerce memberikan diskon besar-besaran untuk berbagai jenis barang dan hal itu dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
Direktur Bisnis Digital PT Bank MNC Internasional Tbk Tee Teddy Setiawan mengatakan, “Masyarakat Indonesia sangat suka berbelanja. Jadi tidak heran kalau perayaan 'Black Friday’ yang mengobral barang dengan harga murah ini banyak diminati di Tanah Air."
"Momen tiap tahun ini bisa menjadi salah satu momen belanja yang sayang untuk dilewatkan. Masyarakat bisa merencanakan tabungan untuk perayaan Black Friday berikutnya sehingga barang yang dibeli bisa lebih banyak,” demikian sarannya.
Lihat Juga :