Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Epidemiolog Sarankan Vaksin Booster Harus Tetap Diterima

Selasa, 31 Mei 2022 - 11:44 WIB
Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan meski kasus Covid-19 di Indonesia melandai sebaiknya vaksin booster harus tetap diterima. Foto/Ilustrasi/Dok.Sindonews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah semakin melandai. Meski terkendali, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman mengingatkan kepada masyarakat bahwa itu bukan berarti pandemi selesai.

"Banyak negara yang melaporkan kasus Covid-19 sudah semakin kecil, termasuk Indonesia. Namun, itu bukan berarti pandemi selesai, karena ada potensi long covid-19 yang mengkhawatirkan pada kelompok lansia dan mereka yang punya komorbid," papar Dicky Budiman pada MNC Portal, Selasa (31/5/2022).



Adanya risiko long Covid-19 itu, kata Dicky, bisa ditekan dengan menerima vaksin booster. Ya, dosis ketiga dianggap bisa melindungi seseorang dari risiko-risiko penyakit lanjutan jika terinfeksi Covid-19.

"Itu kenapa booster penting. Maka dari itu, segera terima booster bila belum. Booster juga mencegah masuknya potensi virus bermutasi lebih luas lagi," tambah Dicky.

Baca Juga: Epidemiolog Ingatkan Pentingnya Pencegahan Penularan Covid-19

Karena itu, Dicky sangat mengimbau kepada masyarakat agar segera di-booster. "Kita semua punya peran individu untuk melindungi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat sekitar. Dosis ketiga sudah terbukti mengurangi secara signifikan kemunculan long Covid-19," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!