3 Kota dengan Janda Terbanyak di Kalimantan, Nomor 2 Penyebabnya Bikin Ngelus Dada
Sabtu, 23 Juli 2022 - 15:29 WIB
Dikutip dari kanal YouTube Epic Vice, di desa itu kurang dari 10 rumah yang memiliki laki-laki. Sisanya, sekitar 90 persen dihuni oleh perempuan berstatus janda. Bisa ada satu sampai tiga perempuan dengan status janda yang tinggal di satu rumah.
Usia perempuan yang menjanda pun beragam, dari 25 tahun hingga 50 tahun. Ada banyak faktor para perempuan itu menyandang status janda, dari perceraian hingga ditinggal meninggal sang suami. Para janda ini kemudian memutuskan tidak menikah lagi dan memilih menghidupi keluarganya sendiri hingga saat ini.
Sebutan Kampung Janda ini berawal dari banjir yang melanda kampung tersebut. Ketika ada seorang warga yang diwawancara oleh seorang wartawan, dia tak sengaja menyebutkan banyaknya janda yang ada di kampung tersebut.
Sang wartawan pun kemudian menyimpulkan, kampung tersebut dijuluki Kampung Janda. Meski awalnya sang narasumber tidak terima, warga lainnya meminta dia membiarkan saja hingga melekat sebutan Kampung Janda.
2. Samarinda
Foto/Travelerien
Kota dengan janda terbanyak di Kalimantan berikutnya ada Samarinda. Melansir situs resmi Kaltimprov, kota Samarinda mengalami angka perceraian tertinggi saat pandemi Covid-19. Kasus gugatan perceraian periode Januari hingga Juli 2021 untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dikatakan terbanyak dari Pengadilan Agama Samarinda yakni 1.139 kasus.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur H. M. Manshur. Menurutnya, perceraian didominasi pada kasus cerai talak dan cerai gugat. Di mana cerai talak diajukan oleh suami dan cerai gugat yang diajukan oleh istri dan semua berakhir dengan perceraian.
Perceraian dan gugat cerai dari perempuan di Kalimantan Timur ini dikatakan cenderung terus meningkat di antaranya karena masalah ekonomi, pertengkaran, perselingkuhan atau orang ketiga, KDRT ditinggalkan pasangan, dan suami yang tidak bertanggung jawab mencari nafkah.
Usia perempuan yang menjanda pun beragam, dari 25 tahun hingga 50 tahun. Ada banyak faktor para perempuan itu menyandang status janda, dari perceraian hingga ditinggal meninggal sang suami. Para janda ini kemudian memutuskan tidak menikah lagi dan memilih menghidupi keluarganya sendiri hingga saat ini.
Sebutan Kampung Janda ini berawal dari banjir yang melanda kampung tersebut. Ketika ada seorang warga yang diwawancara oleh seorang wartawan, dia tak sengaja menyebutkan banyaknya janda yang ada di kampung tersebut.
Sang wartawan pun kemudian menyimpulkan, kampung tersebut dijuluki Kampung Janda. Meski awalnya sang narasumber tidak terima, warga lainnya meminta dia membiarkan saja hingga melekat sebutan Kampung Janda.
2. Samarinda
Foto/Travelerien
Kota dengan janda terbanyak di Kalimantan berikutnya ada Samarinda. Melansir situs resmi Kaltimprov, kota Samarinda mengalami angka perceraian tertinggi saat pandemi Covid-19. Kasus gugatan perceraian periode Januari hingga Juli 2021 untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dikatakan terbanyak dari Pengadilan Agama Samarinda yakni 1.139 kasus.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur H. M. Manshur. Menurutnya, perceraian didominasi pada kasus cerai talak dan cerai gugat. Di mana cerai talak diajukan oleh suami dan cerai gugat yang diajukan oleh istri dan semua berakhir dengan perceraian.
Perceraian dan gugat cerai dari perempuan di Kalimantan Timur ini dikatakan cenderung terus meningkat di antaranya karena masalah ekonomi, pertengkaran, perselingkuhan atau orang ketiga, KDRT ditinggalkan pasangan, dan suami yang tidak bertanggung jawab mencari nafkah.
Lihat Juga :