Kemenkes Siapkan 3 Langkah Intervensi untuk Tekan Stunting
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 12:11 WIB
"Kita juga memberikan USG ke seluruh puskesmas, kita wajibkan ibu-ibu datang minimal 6 kali selama 9 bulan, untuk melihat perkembangan janinnnya cukup atau tidak. kalau tidak kita bisa segera lakukan intervensi," katanya lagi.
Sementara upaya ketiga, pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Menurutnya, protein hewani ini tidak perlu yang mahal, bisa didapatkan di sekitar.
Guna memastikan intervensi berjalan optimal, untuk remaja putri, pemberian TTD dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin dalam darah menggunakan alat HB meter. Alat cek HB ini telah tersedia dan siap didistribusikan ke seluruh puskesmas di Indonesia.
"Pemerintah pusat sudah membeli 10 ribu HB meter mobile untuk seluruh puskesmas, yang bisa dibawa ke sekolah-sekolah untuk mengikuti apakah udah cukup zat besinya. Kalau belum berarti setiap hari harus minum TTD," pungkas Menkes Budi Gunadi.
Lihat Juga: Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
Sementara upaya ketiga, pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan. Menurutnya, protein hewani ini tidak perlu yang mahal, bisa didapatkan di sekitar.
Guna memastikan intervensi berjalan optimal, untuk remaja putri, pemberian TTD dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin dalam darah menggunakan alat HB meter. Alat cek HB ini telah tersedia dan siap didistribusikan ke seluruh puskesmas di Indonesia.
"Pemerintah pusat sudah membeli 10 ribu HB meter mobile untuk seluruh puskesmas, yang bisa dibawa ke sekolah-sekolah untuk mengikuti apakah udah cukup zat besinya. Kalau belum berarti setiap hari harus minum TTD," pungkas Menkes Budi Gunadi.
Lihat Juga: Indonesia-Jepang Perkuat Transformasi Digital untuk Atasi Stunting dan Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak
(nug)
tulis komentar anda