Sukseskan KTT G20, Angkasa Pura Properti Percantik Terminal dan Instalasi Karya Seni di Bandara Bali
Selasa, 15 November 2022 - 07:27 WIB
Pada Terminal Internasional, PT Angkasa Pura Properti melakukan beautifikasi melalui berbagai perbaikan fasilitas terminal, rest room, signage, interior design, penggantian lantai vinyl, dan dekoratif kolom. Nuansa dan material yang digunakan dalam pekerjaan ini mengusung tema arsitektur tradisional Indonesia pada umumnya dan Bali khususnya. Seperti salah satunya anyaman rotan yang digunakan untuk dekoratif kolom dan dipasang di sepanjang koridor terminal kedatangan internasional.
Promosi budaya Nusantara turut dihadirkan oleh PT Angkasa Pura Properti di berbagai sudut Terminal Kedatangan Internasional yaitu dengan adanya 7 instalasi karya seni yang akan menjadi daya tarik bagi para tamu dan delegasi KTT G20. Instalasi karya seni ini merupakan hasil kolaborasi PT Angkasa Pura Properti dengan para seniman Bali yang masing-masing memiliki makna.
Seperti halnya Paradise Scape karya I Wayan Upadana yang menggambarkan persatuan keberagaman budaya tradisional dan global, serta Wana Rupa Segara Gunung karya I Kadek Armika yang menggambarkan adat dan tradisi masyarakat Bali.
"Adapun karya lain adalah Konstruksi Semesta karya Valasara, Nawa Dewata karya Atelier Seni, Tree of Life karya Gus Ari, Palemahan karya Raka Bernat, dan Mataya Gate karya Yoka Sara yang bermakna gerbang persembahan untuk mengantar para pengunjung selamat sampai tujuan," terang Ristiyanto.
Material yang digunakan pada masing-masing karya seni pun beragam, namun tetap mengusung unsur tradisional Bali di antaranya kayu, rotan, dan resin.
Promosi budaya Nusantara turut dihadirkan oleh PT Angkasa Pura Properti di berbagai sudut Terminal Kedatangan Internasional yaitu dengan adanya 7 instalasi karya seni yang akan menjadi daya tarik bagi para tamu dan delegasi KTT G20. Instalasi karya seni ini merupakan hasil kolaborasi PT Angkasa Pura Properti dengan para seniman Bali yang masing-masing memiliki makna.
Seperti halnya Paradise Scape karya I Wayan Upadana yang menggambarkan persatuan keberagaman budaya tradisional dan global, serta Wana Rupa Segara Gunung karya I Kadek Armika yang menggambarkan adat dan tradisi masyarakat Bali.
"Adapun karya lain adalah Konstruksi Semesta karya Valasara, Nawa Dewata karya Atelier Seni, Tree of Life karya Gus Ari, Palemahan karya Raka Bernat, dan Mataya Gate karya Yoka Sara yang bermakna gerbang persembahan untuk mengantar para pengunjung selamat sampai tujuan," terang Ristiyanto.
Material yang digunakan pada masing-masing karya seni pun beragam, namun tetap mengusung unsur tradisional Bali di antaranya kayu, rotan, dan resin.
Lihat Juga :