Fenomena Gerakan Street Feeding para Pecinta Kucing, Lebih dari Sekadar Memberi Makan si Meong

Rabu, 15 Maret 2023 - 13:31 WIB
loading...
Fenomena Gerakan Street...
Fenomena gerakan street feeding dari pecinta kucing sudah tak asing ditemukan di sekitar kita. Kegiatan ini umumnya berupa memberikan pakan kepada hewan-hewan jalanan. Foto/Instagram @streetfeeding.bsd
A A A
JAKARTA - Fenomena gerakan street feeding dari pecinta kucing sudah tak asing ditemukan di sekitar kita. Kegiatan ini umumnya berupa memberikan pakan kepada hewan-hewan jalanan.

Hewan jalanan tersebut bisa berupa anjing atau kucing. Pasalnya, kedua hewan ini banyak yang tidak punya pemilik, sehingga kerap terlantar dengan kondisi yang kurang baik.

Street feeding menjadi salah satu cara menolong hewan jalanan dan kegiatan ini dapat dilakukan di mana pun ketika kita menemukan hewan tersebut. Gerakan ini dianggap sebagai salah satu usaha kolektif masyarakat untuk memajukan kesejahteraan hewan di Indonesia.

Baca Juga: Pengalaman Berkegiatan dengan Komunitas Wisata Mistis, Horor Banget!

Meskipun dapat dilakukan secara individu, terdapat komunitas-komunitas street feeding yang tersebar di penjuru Indonesia. Setiap komunitas biasanya berjalan sendiri-sendiri dan tidak berarti memiliki keterkaitan formal antara satu dengan yang lain.

Komunitas street feeding berbasis kedaerahan, terbentuk oleh rasa kepedulian terhadap hewan-hewan yang hidup di jalanan kota. Salah satunya, seorang pecinta kucing yang peduli terhadap nasib kucing di jalanan, Titha Putri. Bersama tiga orang temannya, ia melakukan sebuah gerakan berupa kegiatan memberikan makanan kepada kucing liar dengan nama Street Feeding Warrior.

Mahasiswi asal Jakarta Barat ini menyebut, gerakan yang ia lakukan diinisiasi karena keibaannya terhadap kucing-kucing jalanan yang memiliki tubuh relatif kurus.

“Saya suka nggak tega lihat kucing di jalan kok kurus-kurus banget. Setiap pulang atau pergi ke kampus, kan saya naik kereta, pasti selalu ketemu beberapa kucing liar ini,” ungkap Titha kepada MNC Portal, Selasa (14/3/2023).

“Makanya waktu itu selalu inisiatif bawa makanan kucing setiap berangkat kuliah. Lama-lama kayak kebiasaan. Dan akhirnya, saya juga punya teman-teman di kampus yang memiliki pengalaman serupa. Dari situlah terbentuk komunitas kecil-kecilan ini,” lanjutnya.

Titha menjelaskan, gerakan yang ia lakukan bersama tiga teman kuliahnya itu bertujuan agar kucing liar yang ada di jalanan dapat mengonsumsi makanan yang lebih layak seperti kucing-kucing peliharaan yang dirawat dengan baik. Ia menyebut, biasanya makanan yang diberikan kepada kucing liar merupakan jenis makanan kering khusus kucing atau makanan dry food.

Baca Juga: Indonesia Graveyard, Komunitas yang Gemar Berburu dan Menggali Sejarah Kuburan Unik

Setidaknya, terdapat 1-3 kilogram makanan kucing yang dibutuhkan Titha untuk melakukan gerakan street feeding bersama teman-temannya. Bahkan, Titha juga kerap membawa makanan kucing tersebut di dalam tasnya.

“Biasanya, kalau lagi kegiatan bareng-bareng itu ditotal bisa habis 1-3 kilogram dry food. Tapi, kadang-kadang aku suka bawa di tas, jaga-jaga kalau ketemu kucing jalanan," tandasnya.

Imbas dari gerakan yang diinisiasi oleh Titha ternyata tak hanya membawa dampak baik untuk beberapa kucing di jalanan, namun juga orang-orang sekitar yang jadi terinspirasi untuk lebih peduli pada kucing liar.

Gerakan street feeding tak sebatas memberi makanan ke kucing-kucing liar di jalanan. Lebih dari itu, ada sebuah gerakan street feeding yang justru terbentuk karena adanya tindakan tidak bertanggung jawab orang-orang yang kerap membuang kucing sembarangan.

Gerakan tersebut diinisiasi oleh Dee Nugraha, pencetus street feeding yang ada di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Komunitas itu dibentuk karena rasa iba dirinya terhadap kucing-kucing di sekitar perumahan yang banyak dibuang dari tempat lain.

“Untuk Street Feeding BSD sendiri itu mulai berjalan di Agustus. Jadi belum lama. Dan itu dimulai karena kami memiliki keprihatinan. Pada saat awal pandemi, biasanya kami hanya memberikan makan kepada kucing-kucing di sekitar tempat tinggal kami saja yang merupakan cluster,” ungkap Dee.

Baca Juga: Komunitas AABI, Wadah Berkumpulnya Puluhan Ribu Pemilik Nama Agus

“Tapi kami secara tidak sengaja melewati beberapa tempat tinggal yang tidak pernah kita lewati. Di situ ada ruko yang sudah tidak terpakai karena pandemi, dan kebetulan di situ dijadikan tempat pembuangan kucing,” lanjutnya.

Dee menyebut, banyak sekali anak kucing dari mulai new born hingga kucing-kucing senior, baik domestik maupun ras, dalam kondisi sakit dibuang di sekitar lokasi tersebut. “Makanya di situ awal mula kami melakukan street feeding dengan nama Street Feeding BSD. Dan tempat yang kami jadikan lokasi street feeding itu memang tempat yang rawan dijadikan tempat pembuangan kucing,” tuturnya.

Dee menyebut, tidak ada syarat khusus bagi pecinta kucing yang ingin bergabung ke komunitas street feeding. Menurutnya, gerakan street feeding seperti yang ia lakukan bersama anggota-anggota lainnya justru hanya membutuhkan kemauan serta niat yang tulus.

“Sebetulnya untuk masuk ke komunitas Street Feeding BSD itu tidak ada syarat-syarat apa pun kecuali niat baik dan kemauan. Memperhatikan kesejahteraan kucing-kucing jalanan,” jelasnya.

“Komunitas Street Feeding BSD bukan komunitas eksklusif yang berbayar sehingga bisa menjadi anggota. Kami lebih disebut relawan,” imbuh Dee.

Melalui gerakan street feeding yang dilakukan bersama para pecinta kucing lain, Dee juga melakukan gerakan sterilisasi kucing liar agar populasinya tidak berlebihan. Tercatat, hingga saat ini Street Feeding BSD telah berhasil mensterilisasi total 150 ekor kucing jalanan.

Meski memiliki niat baik terhadap kucing-kucing liar di jalan melalui gerakan street feeding, Dee mengaku masih kerap mendapat stigma buruk soal pro kontra kucing liar yang telah dianggap sebagai hama. Namun, menurutnya, berbagai pihak justru harus bahu-membahu bekerja sama mendukung kegiatan street feeding. Pasalnya, masih banyak yang menganggap bahwa gerakan tersebut membuat populasi kucing liar bertambah.

Padahal, menurut Dee, gerakan street feeding lebih dari itu. Gerakan ini justru bisa mengedukasi masyarakat awam agar lebih aware terhadap kesejahteraan kucing jalanan yang merupakan bagian dari rantai kehidupan.

“Kucing liar di jalanan sudah dikategorikan sebagai hama. Dan sering kali kami dituduh, komunitas street feeding sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap meningkatnya jumlah kucing yang ada di jalanan,” terang Dee.

“Padahal sebenarnya kalau kita mau bekerja sama, masyarakat bisa saling membantu, bisa saling bersinergi, melalui komunitas, lingkungan, dan aparat agar kegiatan street feeding ini menjadi kegiatan yang bermanfaat,” tutupnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadir di PAW Expo 2026,...
Hadir di PAW Expo 2026, Wanpy Tampilkan Produk Baru dan Aktivasi Brand
Terharu, Abew Jadi Kucing...
Terharu, Abew Jadi Kucing Ternyata Karena Rindu!
Pelihara Kucing Jadi...
Pelihara Kucing Jadi Sumber Penyakit, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter
Berbagi Berkah Lewat...
Berbagi Berkah Lewat Pengetahuan Ilmiah dan Makanan Gratis untuk Kucing selama Ramadan
Viral! Wanita di China...
Viral! Wanita di China Ini Kumpulkan Sisa Makanan Pernikahan untuk Ratusan Kucing Liar
IIPE 2025, Coucou Indonesia...
IIPE 2025, Coucou Indonesia Dekatkan Produknya sebagai Pakan Anabul Sehat
Memasuki Usia Satu Dekade,...
Memasuki Usia Satu Dekade, CPPETINDO Bidik Pasar Internasional
World Bank Didesak Hentikan...
World Bank Didesak Hentikan Danai Rp140 Triliun untuk Peternakan Intensif
Kolaborasi AAM dan Compawnion,...
Kolaborasi AAM dan Compawnion, MDLA Perkuat Distribusi Segmen Pet Care
Rekomendasi
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved