Kurang Tidur Berdampak Buruk bagi Kesehatan, dari Obesitas hingga Diabetes Tipe 2
Jum'at, 17 Maret 2023 - 06:31 WIB
loading...
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tentu membutuhkan tidur untuk mengistirahatkan tubuh. / Foto: ilustrasi/ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tentu membutuhkan tidur untuk mengistirahatkan tubuh. Tidur merupakan aktivitas yang sangat berdampak pada kesehatan.
Seseorang yang kurang tidur akan memiliki masalah pada kondisi kesehatannya. Dokter umum, dr. Reinita Arlin menyebutkan, dampak kurang tidur bisa memengaruhi otak seseorang.
Bahkan, lebih dari itu, kurang tidur dapat memengaruhi sistem metabolisme yang bisa memicu penyakit obesitas dan diabetes melitus tipe 2.
Baca juga: Ini Sejumlah Gejala dan Tanda Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan
Menurutnya, kebutuhan manusia untuk tidur kurang lebih selama 7-9 jam per harinya. "Faktanya sepertiga dari hidup kita itu adalah tidur gitu ya orang normal. Untuk tidur, make sure 7-9 jam," ungkap dr. Arlin dalam acara diskusi Keluarga Cermat untuk Ramadan Sehat di Rumah Zinus, Jakarta, Kamis (16/3/2023).
"Orang-orang yang kualitas tidurnya itu tidak baik ternyata bukan cuma ke otaknya, tapi juga ternyata meningkatkan risiko obesitas. Kedua, metabolic syndrome, sindrom yang mengatur metabolisme kita. Ketiga itu adalah meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2," papar dr. Arlin.
Dia pun membeberkan bahwa tidur menjadi momen terbaik untuk tubuh istirahat. "Otak melakukan reset, ibarat memperbaiki sel-sel yang rusak sampai mengontrol mood," kata dia.
Seseorang yang kurang tidur akan memiliki masalah pada kondisi kesehatannya. Dokter umum, dr. Reinita Arlin menyebutkan, dampak kurang tidur bisa memengaruhi otak seseorang.
Bahkan, lebih dari itu, kurang tidur dapat memengaruhi sistem metabolisme yang bisa memicu penyakit obesitas dan diabetes melitus tipe 2.
Baca juga: Ini Sejumlah Gejala dan Tanda Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan
Menurutnya, kebutuhan manusia untuk tidur kurang lebih selama 7-9 jam per harinya. "Faktanya sepertiga dari hidup kita itu adalah tidur gitu ya orang normal. Untuk tidur, make sure 7-9 jam," ungkap dr. Arlin dalam acara diskusi Keluarga Cermat untuk Ramadan Sehat di Rumah Zinus, Jakarta, Kamis (16/3/2023).
"Orang-orang yang kualitas tidurnya itu tidak baik ternyata bukan cuma ke otaknya, tapi juga ternyata meningkatkan risiko obesitas. Kedua, metabolic syndrome, sindrom yang mengatur metabolisme kita. Ketiga itu adalah meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2," papar dr. Arlin.
Dia pun membeberkan bahwa tidur menjadi momen terbaik untuk tubuh istirahat. "Otak melakukan reset, ibarat memperbaiki sel-sel yang rusak sampai mengontrol mood," kata dia.
Lihat Juga :