Malaysia Buka Perbatasan untuk Pasien Indonesia Berobat
Minggu, 19 Juli 2020 - 10:35 WIB
loading...
Malaysia Healthcare Travel Council memberlakukan sejumlah prosedur operasi standar yang sudah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia untuk menerima pasien dari luar negeri. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Seiring melandainya kurva kasus COVID-19 di Malaysia , pemerintah setempat mulai membuka pintu bagi warga negara asing yang ingin berobat.
Saat ini, Malaysia telah memasuki fase Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) yang dimulai pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2020. Manajemen penanganan pandemi yang dijalankan oleh pemerintah Malaysia diklaim berhasil meratakan kurva kasus COVID-19. Hal itu didukung oleh laporan Kementerian Kesehatan setempat yang menyatakan jumlah pasien virus corona telah berkurang secara signifikan, dengan total 8.524 pasien yang telah kembali dari rumah sakit dan tingkat pemulihan sebesar 97,7%.
Seiring kondisi tersebut, pemerintah Malaysia mengumumkan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni lalu. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyampaikan sejumlah prosedur operasi standar (SOP) yang sudah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia. (Baca Juga: Gizi Buruk Masih Terjadi, Termasuk di Kawasan Penyangga Ibu Kota Ini )
Chief Commercial Officer MHTC Yazmin Azman mengatakan, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar pada masyarakat global dan industri kesehatan, terutama masyarakat yang selama ini membutuhkan layanan kesehatan. Dengan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, MHTC percaya inisiatif tersebut bakal memungkinkan mereka untuk kembali mendapat akses pelayanan kesehatan.
“Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandai kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami," kata Yazmin dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.
Saat ini, Malaysia telah memasuki fase Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) yang dimulai pada 10 Juni hingga 31 Agustus 2020. Manajemen penanganan pandemi yang dijalankan oleh pemerintah Malaysia diklaim berhasil meratakan kurva kasus COVID-19. Hal itu didukung oleh laporan Kementerian Kesehatan setempat yang menyatakan jumlah pasien virus corona telah berkurang secara signifikan, dengan total 8.524 pasien yang telah kembali dari rumah sakit dan tingkat pemulihan sebesar 97,7%.
Seiring kondisi tersebut, pemerintah Malaysia mengumumkan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan dari luar negeri pada 19 Juni lalu. Sejalan dengan kebijakan tersebut, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyampaikan sejumlah prosedur operasi standar (SOP) yang sudah disetujui oleh pemerintah terkait perawatan kesehatan di Malaysia. (Baca Juga: Gizi Buruk Masih Terjadi, Termasuk di Kawasan Penyangga Ibu Kota Ini )
Chief Commercial Officer MHTC Yazmin Azman mengatakan, pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar pada masyarakat global dan industri kesehatan, terutama masyarakat yang selama ini membutuhkan layanan kesehatan. Dengan dibukanya kembali perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, MHTC percaya inisiatif tersebut bakal memungkinkan mereka untuk kembali mendapat akses pelayanan kesehatan.
“Kami menyambut baik keputusan pemerintah untuk kembali membuka perbatasan internasional bagi wisatawan kesehatan, yang diikuti dengan kontrol dan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal ini menandai kemajuan yang sangat positif untuk perekonomian Malaysia serta bangkitnya industri wisata kesehatan kami," kata Yazmin dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.
Lihat Juga :