Hindari Serangan Jantung, Lakukan Lima Hal Ini Sebelum Bersepeda

loading...
Hindari Serangan Jantung, Lakukan Lima Hal Ini Sebelum Bersepeda
Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga seperti bersepeda baik untuk kesehatan, khususnya jantung. / Foto: ilustrasi/SINDOnews/Adam Erlangga
A+ A-
JAKARTA - Sudah menjadi rahasia umum bahwa olahraga seperti bersepeda baik untuk kesehatan, khususnya jantung. Namun sayang, banyak orang beranggapan bahwa olahraga jenis ini bisa menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.

(Baca juga: Ada Banyak Faktor yang Sebabkan Serangan Jantung saat Bersepeda)

Anggapan ini tidaklah tepat. Dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr. Andi Kurniawan, Sp.KO menegaskan bahwa bersepeda baik untuk kesehatan tubuh.

"Jadi olahraga itu pada dasarnya banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Istilahnya bukan bersepeda menyebabkan serangan jantung tapi mungkin beliau sudah memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya, sehingga ketika bersepedanya terlalu over atau melebihi kapasitasnya sehingga menyebabkan serangan jantung yang mendadak," jelas Dr. Andi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (17/7).

Hal senada juga diungkapkan dr. Sophia Hage, Sp.KO. Sebelum berolahraga, penting untuk mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri. Jika, bersepeda tanpa masker saja sesak, ini menunjukkan tubuh dalam kondisi yang tidak sehat.



"Bersepeda tidak menyebabkan serangan jantung. Kalau mau sehat dan enggak kena flu, olahraganya jangan ngoyo, intensitas sedang saja. Ini paling penting, tak kenal diri sendiri maka tak sayang diri. Jadi please kenali risiko kesehatanmu dan kondisi tubuhmu Sebelum mulai olahraga," ungkap dr. Sophia.

Setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari masalah kesehatan, cedera ataupun kematian saat berolahraga. Berikut ulasannya menurut Dr. Andi.

(Baca juga: Mantan Stafsus Menteri Jonan Meninggal Dunia saat Bersepeda)

1. Berolahraga pada kondisi tubuh sehat dan fit

Pada saat tidak sehat atau kurang enak badan, jangan memaksakan untuk berolahraga, dan berolahragalah dengan sesuai kemampuan tubuh.



2. Pastikan mengetahui kondisi tubuh

Pastikan melakukan medical checkup secara regular atau teratur, baik 6 bulan sekali sampai 1 tahun sekali untuk mengetahui bagaimana yang terjadi pada tubuh. Ini bertujuan untuk mengetahui risiko dari olahraga terhadap penyakit atau masalah kesehatan yang dimiliki.

3. Mendengarkan tubuh dan mengetahui limit tubuh

Pada saat berolahraga itu hindari over training, berolahragalah untuk tujuan yang baik. Artinya olahraga tidak hanya sekedar ikutan tren tapi berolahraga sesuai dengan kondisi tubuh dan selalu mendengarkan tubuh seperti apa.

"Listen to your body, artinya ketika tubuh mengeluarkan sinyal-sinyal, atau tanda, atau gejala yang tidak nyaman, sakit atau bahkan kecapekan yang berlebihan segera kurangi atau berhent," saran Dr. Andi.

4. Mulailah dari perlahan

Mulailah berolahraga secara perlahan terlebih dahulu dan tingkatkan secara bertahap.

"Olahraga itu jangan ikut-ikutan ngetren, ikut-ikutan orang lain kalau dia bisa, saya pasti bisa. Tapi tiap orang mempunyai keunikan diri sendiri dan tiap orang itu kondisi badannya berbeda-beda dan berolahragalah sesuai dengan kondisi badan kita," kata Dr. Andi.

"Kalau kita enggak pernah berolahraga sama sekali, mulailah berolahraga dengan yang ringan terlebih dahulu, dengan durasi ringan terlebih dahulu tapi teratur. Lama kelamaan meningkatkan kebugaran kita," tambahnya.

(Baca juga: Kenali Gejala Serangan Jantung karena Bisa Berakibat Fatal)

5. Lakukan peregangan

"Lakukan pemanasan yang baik. Lakukan pemanasan yang baik. Kemudian setelah olahraga juga lakukan pendinginan dan peregangan yang baik sehingga kita bisa terhindar dari cedera otot, cedera sendi dan segala macamnya," tukasnya.
(nug)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top