Fakta di Balik Kebangkrutan Tupperware, Brand Ikonik Rumah Tangga
Selasa, 18 April 2023 - 12:00 WIB
loading...
Tupperware, salah satu brand peralatan rumah tangga yang paling populer di kalangan ibu-ibu, dikabarkan bangkrut. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Tupperware, salah satu brand peralatan rumah tangga yang paling populer di kalangan ibu-ibu, dikabarkan bangkrut. Brand yang sudah ada sejak 1946 ini bangkrut karena krisis keuangan di perusahaannya. Kabar ini tentu mengejutkan warganet, terutama kaum hawa.
Tupperware awalnya terkenal karena memiliki produk yang inovatif dan menarik secara visual. Kualitasnya yang bagus dan kokoh juga menjadi daya tarik bagi para ibu rumah tangga.
Baca Juga: Tupperware Bakal Tinggal Sejarah, Begini Kisahnya hingga di Ambang Kebangkrutan
Namun, dikabarkan brand houseware populer asal Amerika ini terancam bangkrut karena sahamnya anjlok 50%, menyusul peringatan kesuraman bisnis. Manajemen Tupperware menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk operasi bisnis dan meragukan bisnis ini akan berlanjut.
Dalam siaran pers, CEO Tupperware, Miguel Fernandez mengungkap, pihaknya sedang berusaha untuk menghadapi krisis di perusahaan mereka. Ia mengatakan, Tupperware akan segera mencari dana tambahan dan berencana melakukan PHK terhadap karyawan-karyawan mereka.
Tupperware awalnya terkenal karena memiliki produk yang inovatif dan menarik secara visual. Kualitasnya yang bagus dan kokoh juga menjadi daya tarik bagi para ibu rumah tangga.
Baca Juga: Tupperware Bakal Tinggal Sejarah, Begini Kisahnya hingga di Ambang Kebangkrutan
Namun, dikabarkan brand houseware populer asal Amerika ini terancam bangkrut karena sahamnya anjlok 50%, menyusul peringatan kesuraman bisnis. Manajemen Tupperware menyatakan bahwa perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk operasi bisnis dan meragukan bisnis ini akan berlanjut.
Dalam siaran pers, CEO Tupperware, Miguel Fernandez mengungkap, pihaknya sedang berusaha untuk menghadapi krisis di perusahaan mereka. Ia mengatakan, Tupperware akan segera mencari dana tambahan dan berencana melakukan PHK terhadap karyawan-karyawan mereka.
Lihat Juga :