Bisa Menyerang Siapa Saja, Tes Hepatitis B Juga Perlu Dilakukan Kaum Pria
Selasa, 16 Mei 2023 - 16:37 WIB
loading...
Hepatitis B merupakan penyakit pada organ hati karena serangan virus hepatitis B (HBV). / Foto: ilustrasi/Medpage Today
A
A
A
JAKARTA - Hepatitis B merupakan penyakit pada organ hati karena serangan virus hepatitis B (HBV). Siapapun berisiko terkena penyakit hepatitis B.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan , dr. Mohammad Syahril menyampaikan jika penyakit hepatitis B ini tidak hanya dialami wanita, tapi laki-laki juga bisa terinfeksi.
Secara khusus terdapat kelompok berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B, dan itu bisa terjadi pada wanita atau laki-laki. Sehingga, tes hepatitis B tidak hanya dilakukan kaum wanita.
Baca juga: Mengenal Virus ASF yang Jadi Penyebab Banyaknya Babi Mati di Luwu Timur, Menular ke Manusia?
"Ada kelompok yang rentan terinfeksi hepatitis B. Skrining diprioritaskan ke mereka, seperti pengguna napza suntik (penasun), mantan penasun, orang dengan HIV/AIDS, pasien hemodialisa," papar dr. Syahril dalam konferensi pers Kemenkes secara virtual, Selasa (16/5/2023).
"Ada juga kelompok kunci yaitu warga binaan pemasyarakatan (WBP), pekerja seksual, dan LGBT. Selain itu, orang dengan riwayat transfusi darah, riwayat tato, tindik, dan penggunaan alat medis tidak steril, pun tenaga kesehatan," katanya lagi.
Dokter Syahril pun menegaskan jika tes hepatitis B tidak hanya dilakukan wanita, pria perlu juga melakukan. Stigma seperti ini sudah seharusnya dilawan dan tidak dipercaya lagi.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan , dr. Mohammad Syahril menyampaikan jika penyakit hepatitis B ini tidak hanya dialami wanita, tapi laki-laki juga bisa terinfeksi.
Secara khusus terdapat kelompok berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B, dan itu bisa terjadi pada wanita atau laki-laki. Sehingga, tes hepatitis B tidak hanya dilakukan kaum wanita.
Baca juga: Mengenal Virus ASF yang Jadi Penyebab Banyaknya Babi Mati di Luwu Timur, Menular ke Manusia?
"Ada kelompok yang rentan terinfeksi hepatitis B. Skrining diprioritaskan ke mereka, seperti pengguna napza suntik (penasun), mantan penasun, orang dengan HIV/AIDS, pasien hemodialisa," papar dr. Syahril dalam konferensi pers Kemenkes secara virtual, Selasa (16/5/2023).
"Ada juga kelompok kunci yaitu warga binaan pemasyarakatan (WBP), pekerja seksual, dan LGBT. Selain itu, orang dengan riwayat transfusi darah, riwayat tato, tindik, dan penggunaan alat medis tidak steril, pun tenaga kesehatan," katanya lagi.
Dokter Syahril pun menegaskan jika tes hepatitis B tidak hanya dilakukan wanita, pria perlu juga melakukan. Stigma seperti ini sudah seharusnya dilawan dan tidak dipercaya lagi.
Lihat Juga :