Konsumsi Gula Tambahan Bisa Tingkatkan Risiko Kerusakan Hati
Kamis, 18 Mei 2023 - 18:57 WIB
loading...
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan rekomendasi untuk tidak mengonsumsi gula tambahan atau non-gula (NSS). / Foto: ilustrasi/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan rekomendasi untuk tidak mengonsumsi gula tambahan atau non-gula (NSS). Pembahasan mengenai konsumsi gula ini pun ramai diperbincangkan.
Dokter Spesialis Anak , dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A, pun memaparkan betapa pentingnya menjaga asupan gula, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Melalui cuitannya di media sosial Twitter, dia mengingatkan bahaya mengonsumsi gula berlebih. Pasalnya, banyak penyakit yang bisa diderita ketika usia dewasa nantinya, seperti obesitas hingga penyakit jantung.
Baca juga: Penyebab Sering Sakit Kepala di Waktu yang Sama dan Cara Mengatasinya
"Semakin dini seorang anak terpapar dengan gula berlebih, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk adiksi gula. Semakin tinggi juga kemungkinan mereka terkena penyakit metabolik, obesitas, diabetes, penyakit jantung dll saat dewasa nanti," terang dr. Denta melalui cuitannya di Twitter, dikutip Kamis (18/5/2023).
Terkait dengan WHO, dr. Denta juga menyampaikan agar tidak mengonsumsi gula tambahan, karena bisa meningkatkan risiko rusaknya hati. Kerusakan tersebut diibaratkannya seperti minum alkohol. Anak yang mengonsumsi gula tambahan, sama saja dia minum alkohol.
"Sama kayak bahaya dari konsumsi minuman alkohol. Dan untuk anak, sama kayak enggak mungkin kita ngasih mereka alkohol, harusnya kita juga jangan sampai hati ngasih mereka gula berlebih," tuturnya.
Dokter Spesialis Anak , dr. Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A, pun memaparkan betapa pentingnya menjaga asupan gula, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Melalui cuitannya di media sosial Twitter, dia mengingatkan bahaya mengonsumsi gula berlebih. Pasalnya, banyak penyakit yang bisa diderita ketika usia dewasa nantinya, seperti obesitas hingga penyakit jantung.
Baca juga: Penyebab Sering Sakit Kepala di Waktu yang Sama dan Cara Mengatasinya
"Semakin dini seorang anak terpapar dengan gula berlebih, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk adiksi gula. Semakin tinggi juga kemungkinan mereka terkena penyakit metabolik, obesitas, diabetes, penyakit jantung dll saat dewasa nanti," terang dr. Denta melalui cuitannya di Twitter, dikutip Kamis (18/5/2023).
Terkait dengan WHO, dr. Denta juga menyampaikan agar tidak mengonsumsi gula tambahan, karena bisa meningkatkan risiko rusaknya hati. Kerusakan tersebut diibaratkannya seperti minum alkohol. Anak yang mengonsumsi gula tambahan, sama saja dia minum alkohol.
"Sama kayak bahaya dari konsumsi minuman alkohol. Dan untuk anak, sama kayak enggak mungkin kita ngasih mereka alkohol, harusnya kita juga jangan sampai hati ngasih mereka gula berlebih," tuturnya.
Lihat Juga :