Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Kamis, 23 Juli 2020 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Foom percaya akan menjadi pemain lokal yang terpercaya dan terkemuka untuk industri rokok elektrik serupa dengan Kopi Kenangan untuk industri kopi di Indonesia. Co-Founder Foom Lab Global, Feranti Susilowati mengatakan, misi utama Foom adalah membantu perokok dewasa beralih dari rokok konvensional ke cara yang lebih aman dan juga lebih bertanggung jawab dalam mengonsumsi nikotin.
"Foom percaya dalam menciptakan kembali cara merokok serta meningkatkan kehidupan perokok dewasa. Foom bertujuan untuk membantu perokok untuk melupakan merokok dengan cara lama . Foom memberikan kebebasan yang lebih untuk kehidupan para perokok," kata Feranti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7).
(Baca juga: Kanker Paru Masih Jadi Masalah Utama Kesehatan di Dunia )
Berdasarkan tren saat ini, permintaan dan pasar untuk rokok elektrik masih sangat tinggi. Pada 2018, pasar rokok elektrik di Indonesia mencapai USD410,6 juta. Sementara, pendapatan negara dari cukai Hasil Tembakau Lainnya (HPTL) pada 2019 telah mencapai Rp427,1 miliar.
Sementara itu, pada 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 225.720 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok . Mengingat bahwa 67 juta orang atau sekitar 39 persen di Indonesia adalah perokok dewasa, jumlah ini menjadikan Foom memiliki potensi besar dengan hadir di Indonesia sebagai rumah dari jumlah perokok dewasa terbesar di antara negara Asia Tenggara lainnya.
"Foom percaya dalam menciptakan kembali cara merokok serta meningkatkan kehidupan perokok dewasa. Foom bertujuan untuk membantu perokok untuk melupakan merokok dengan cara lama . Foom memberikan kebebasan yang lebih untuk kehidupan para perokok," kata Feranti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7).
(Baca juga: Kanker Paru Masih Jadi Masalah Utama Kesehatan di Dunia )
Berdasarkan tren saat ini, permintaan dan pasar untuk rokok elektrik masih sangat tinggi. Pada 2018, pasar rokok elektrik di Indonesia mencapai USD410,6 juta. Sementara, pendapatan negara dari cukai Hasil Tembakau Lainnya (HPTL) pada 2019 telah mencapai Rp427,1 miliar.
Sementara itu, pada 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 225.720 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok . Mengingat bahwa 67 juta orang atau sekitar 39 persen di Indonesia adalah perokok dewasa, jumlah ini menjadikan Foom memiliki potensi besar dengan hadir di Indonesia sebagai rumah dari jumlah perokok dewasa terbesar di antara negara Asia Tenggara lainnya.
(nug)
Lihat Juga :