7 Tempat Pengasingan Bung Karno, Nomor 6 Jadi Lokasi Lahirnya Pancasila
Selasa, 30 Mei 2023 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Gerakan tersebut membuatnya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929 dan dipenjara di sini. Soekarno disebut menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet non permanen.
Di Penjara Banceuy, Bung Karno menyusun pidato pembelaan atau pledoi berjudul Indonesia Menggugat (Indonesie Klaagt Aan) yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad.
3.Bengkulu
![7 Tempat Pengasingan Bung Karno, Nomor 6 Jadi Lokasi Lahirnya Pancasila]()
Foto/ist
Di Kota Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal pengusaha yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian merupakan pedagang yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda.
Di rumah yang berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Marlborough itu, Bung Karno diasingkan dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Selama pengasingannya rumah tersebut dipergunakan Bung Karno untuk melakukan aktivitas baik politik, kesenian dan keorganisasian.
4.Berastagi, Sumatera Utara
![7 Tempat Pengasingan Bung Karno, Nomor 6 Jadi Lokasi Lahirnya Pancasila]()
Foto/historia
Berastagi, Karo, Sumatera Utara, menjadi salah satu lokasi pengasingan Bung Karno saat terjadi konflik Indonesia-Belanda. Agresi Militer Belanda II menyebabkan para tokoh bangsa seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya ditangkap dan diasingkan.
Baca juga: Ketegangan NU dengan Bung Karno Pasca G30S: Tanpa NO, Bung Karno Jadi Bungkar
Rumah pengasingan di Berastagi ditempati Soekarno mulai 22 Desember 1948, selama 12 hari. Bung Karno kemudian sempat dipindahkan pengasingannya ke Kota Parapat di tepian Danau Toba, hingga ke Muntok di Pulau Bangka.
Di Penjara Banceuy, Bung Karno menyusun pidato pembelaan atau pledoi berjudul Indonesia Menggugat (Indonesie Klaagt Aan) yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad.
3.Bengkulu

Foto/ist
Di Kota Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal pengusaha yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian merupakan pedagang yang menyuplai bahan pokok untuk kebutuhan pemerintahan kolonial Belanda.
Di rumah yang berjarak sekitar 1,6 km dari Benteng Marlborough itu, Bung Karno diasingkan dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Selama pengasingannya rumah tersebut dipergunakan Bung Karno untuk melakukan aktivitas baik politik, kesenian dan keorganisasian.
4.Berastagi, Sumatera Utara

Foto/historia
Berastagi, Karo, Sumatera Utara, menjadi salah satu lokasi pengasingan Bung Karno saat terjadi konflik Indonesia-Belanda. Agresi Militer Belanda II menyebabkan para tokoh bangsa seperti Sukarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya ditangkap dan diasingkan.
Baca juga: Ketegangan NU dengan Bung Karno Pasca G30S: Tanpa NO, Bung Karno Jadi Bungkar
Rumah pengasingan di Berastagi ditempati Soekarno mulai 22 Desember 1948, selama 12 hari. Bung Karno kemudian sempat dipindahkan pengasingannya ke Kota Parapat di tepian Danau Toba, hingga ke Muntok di Pulau Bangka.
Lihat Juga :