Pakar Nutrisi AS Rekomendasikan Kacang Tanah Masuk dalam MPASI
Minggu, 26 Juli 2020 - 09:16 WIB
loading...
A
A
A
1. Jangan Tambahkan Gula pada MPASI
Sebelum bayi menginjak usia 24 bulan, pantang bagi orangtua memberikan anak mereka makanan ataupun minuman yang mengandung gula tambahan. Energi yang dihasilkan dari makanan dan minuman dengan gula tambahan dapat menggantikan zat-zat yang diperoleh dari makanan padat gizi, sehingga malah meningkatkan risiko kekurangan nutrisi pada bayi.
Para pakar telah membuat hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kegemukan atau obesitas. Mereka menyebut, hampir 70% gula tambahan didapatkan dari produk minuman manis, dessert, camilan manis, dan cokelat. (Baca Juga: Peneliti Mungkin Tak Pernah Mengembangkan Kekebalan Terhadap Covid-19 )
2. ASI Lebih Baik
ASI sudah terbukti mampu mengurangi risiko kelebihan berat badan, diabetes tipe 1, dan penyakit asma. Bayi yang diberi ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap tiga persoalan tersebut dibandingkan bayi yang tidak pernah disusui ASI.
3. Jangan Beri Makanan Solid Sebelum Bayi Berumur 4 Bulan
Penelitian telah menunjukkan bahwa memberi makan bayi sebelum berumur empat bulan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas pada usia anak 2-12 tahun. Terlebih lagi pada bayi yang diberi susu formula, karena mereka tidak bisa mengatur perasaan kenyang seperti halnya bayi yang diberi ASI.
4. Perkenalkan Kacang Tanah dan Telur Sejak Dini untuk Kurangi Alergi
Para pakar di Komite Penasihat AS menemukan bahwa memberi kacang tanah dan telur dalam bentuk yang sesuai untuk bayi setelah mereka berusia di atas empat bulan dapat mengurangi risiko alergi makanan. Komite juga menyebut, tidak akan berbahaya memperkenalkan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi pada tahapan usia anak di atas empat bulan.
Sebelum bayi menginjak usia 24 bulan, pantang bagi orangtua memberikan anak mereka makanan ataupun minuman yang mengandung gula tambahan. Energi yang dihasilkan dari makanan dan minuman dengan gula tambahan dapat menggantikan zat-zat yang diperoleh dari makanan padat gizi, sehingga malah meningkatkan risiko kekurangan nutrisi pada bayi.
Para pakar telah membuat hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kegemukan atau obesitas. Mereka menyebut, hampir 70% gula tambahan didapatkan dari produk minuman manis, dessert, camilan manis, dan cokelat. (Baca Juga: Peneliti Mungkin Tak Pernah Mengembangkan Kekebalan Terhadap Covid-19 )
2. ASI Lebih Baik
ASI sudah terbukti mampu mengurangi risiko kelebihan berat badan, diabetes tipe 1, dan penyakit asma. Bayi yang diberi ASI memiliki risiko lebih rendah terhadap tiga persoalan tersebut dibandingkan bayi yang tidak pernah disusui ASI.
3. Jangan Beri Makanan Solid Sebelum Bayi Berumur 4 Bulan
Penelitian telah menunjukkan bahwa memberi makan bayi sebelum berumur empat bulan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas pada usia anak 2-12 tahun. Terlebih lagi pada bayi yang diberi susu formula, karena mereka tidak bisa mengatur perasaan kenyang seperti halnya bayi yang diberi ASI.
4. Perkenalkan Kacang Tanah dan Telur Sejak Dini untuk Kurangi Alergi
Para pakar di Komite Penasihat AS menemukan bahwa memberi kacang tanah dan telur dalam bentuk yang sesuai untuk bayi setelah mereka berusia di atas empat bulan dapat mengurangi risiko alergi makanan. Komite juga menyebut, tidak akan berbahaya memperkenalkan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi pada tahapan usia anak di atas empat bulan.
Lihat Juga :