Mengenal Focus Ultrasound Ablation, Metode Pengobatan Mioma Uteri Tanpa Tindakan Operasi
Selasa, 19 September 2023 - 21:15 WIB
loading...
Momen peresmian hadirnya alat Focus Ultrasound Ablation di RS Abdi Waluyo Jakarta, Selasa (19/9/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mioma atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan otot dan jaringan yang terbentuk di dalam atau pada dinding rahim. Mioma biasanya merupakan tumor jinak yang umum terjadi pada perempuan.
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG, mioma dapat menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri, keputihan jangka panjang, sering buang air kecil, sembelit, pembesaran perut, hingga pendarahan vaginal yang berat dan tidak teratur.
"Meskipun demikian, beberapa perempuan juga tidak bergejala sehingga tak menyadari bahwa dirinya mengidap fibroid,” jelas dr. Sigit di Jakarta, Selasa (19/9/2023).
Berdasarkan penelitian, pada 2019 kasus mioma mencapai 226 juta di seluruh dunia, di mana 9,64 juta di antaranya merupakan kasus baru. Sekitar 20%-25% kasus mioma ditemukan pada perempuan berusia produktif, sementara 30%-40% ditemukan pada perempuan berusia di atas 40 tahun.
Di Indonesia, statistik kasus mioma belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah studi di salah satu rumah sakit di Bandung pada 2015 menyatakan bahwa kasus baru mioma berkisar antara 6,43%-12,46%.
Beberapa faktor risiko mioma meliputi usia, menstruasi dini, terlambat menopause, adanya riwayat mioma pada anggota keluarga, obesitas, dan tidak memiliki anak.
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Sigit Pradono Diptoadi, Sp.OG, mioma dapat menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri, keputihan jangka panjang, sering buang air kecil, sembelit, pembesaran perut, hingga pendarahan vaginal yang berat dan tidak teratur.
"Meskipun demikian, beberapa perempuan juga tidak bergejala sehingga tak menyadari bahwa dirinya mengidap fibroid,” jelas dr. Sigit di Jakarta, Selasa (19/9/2023).
Berdasarkan penelitian, pada 2019 kasus mioma mencapai 226 juta di seluruh dunia, di mana 9,64 juta di antaranya merupakan kasus baru. Sekitar 20%-25% kasus mioma ditemukan pada perempuan berusia produktif, sementara 30%-40% ditemukan pada perempuan berusia di atas 40 tahun.
Di Indonesia, statistik kasus mioma belum diketahui secara pasti. Namun, sebuah studi di salah satu rumah sakit di Bandung pada 2015 menyatakan bahwa kasus baru mioma berkisar antara 6,43%-12,46%.
Beberapa faktor risiko mioma meliputi usia, menstruasi dini, terlambat menopause, adanya riwayat mioma pada anggota keluarga, obesitas, dan tidak memiliki anak.
Lihat Juga :