Diet Keto Bermanfaat untuk Diabetes Tipe 2? Perhatikan Efek Sampingnya

Kamis, 19 Oktober 2023 - 10:06 WIB
loading...
Diet Keto Bermanfaat...
Penderita diabetes mungkin mendapat manfaat saat menjalani diet ketogenik, tetapi harus juga diperhatikan efeknya. Foto/ healthline.
A A A
JAKARTA - Penderita diabetes mungkin mendapat manfaat dari diet ketogenik, meski ada kemungkinan risiko terkait diet itu.

Diet khusus untuk diabetes tipe 2 sering kali berfokus pada penurunan berat badan. Nah, diet ketogenik (keto), tinggi lemak dan rendah karbohidrat, berpotensi mengubah cara tubuh menyimpan dan menggunakan energi sehingga meringankan gejala diabetes.

Baca Juga: 3 Manfaat Pilates untuk Wanita, Bisa Mengatasi Sakit Pinggang

Dengan diet keto, tubuh mengubah lemak, bukan gula, menjadi energi. Diet ini diciptakan pada 1920an sebagai pengobatan epilepsi, namun efek dari pola makan ini juga sedang dipelajari untuk diabetes tipe 2.

Diet ketogenik dapat meningkatkan kadar glukosa darah (gula) sekaligus mengurangi kebutuhan insulin. Namun, diet tersebut memang memiliki risiko. Pastikan untuk mendiskusikannya dengan dokter Anda sebelum melakukan perubahan pola makan secara drastis.

Pahami tinggi lemak dalam diet ketogenik

Tujuan dari diet ketogenik adalah agar tubuh menggunakan lemak sebagai energi, bukan karbohidrat atau glukosa. Pada diet keto, Anda mendapatkan sebagian besar energi dari lemak dan sangat sedikit energi yang berasal dari karbohidrat.

Namun, diet ketogenik tidak berarti Anda harus mengonsumsi lemak jenuh. Lemak yang menyehatkan jantung adalah kunci untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Beberapa makanan sehat yang biasa dimakan dalam diet ketogenik, antara lain, telur, ikan seperti salmon, alpukat, zaitun dan minyak zaitun, kacang-kacangan dan selai kacang.

Efek diet keto pada glukosa darah

Diet ketogenik berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Mengelola asupan karbohidrat sering kali dianjurkan bagi penderita diabetes tipe 2 karena karbohidrat berubah menjadi gula dan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Namun, jumlah karbohidrat harus ditentukan secara individual dengan bantuan dokter Anda.

Jika Anda sudah memiliki glukosa darah tinggi, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat bisa berbahaya. Dengan mengalihkan fokus ke lemak, beberapa orang mengalami penurunan gula darah.

Baca Juga: 6 Makanan Terbaik yang Bisa Tingkatkan Aliran dan Sirkulasi Darah

Potensi bahaya

Mengubah sumber energi utama tubuh dari karbohidrat menjadi lemak menyebabkan peningkatan keton dalam darah. “Ketosis diet” ini berbeda dengan ketoasidosis, yang merupakan kondisi yang sangat berbahaya.

Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak keton, Anda mungkin berisiko terkena ketoasidosis diabetik (DKA). DKA paling umum terjadi pada diabetes tipe 1 ketika glukosa darah terlalu tinggi dan bisa timbul karena kekurangan insulin.

Meski jarang, DKA mungkin terjadi pada diabetes tipe 2 jika keton terlalu tinggi. Sakit saat menjalani diet rendah karbohidrat juga dapat meningkatkan risiko DKA.

Baca Juga: 10 Makanan yang Bisa Menurunkan Kolesterol dengan Cepat, Lemak Jahat Langsung Hilang

Jika Anda menjalani diet ketogenik, pastikan untuk menguji kadar gula darah sepanjang hari untuk memastikan berada dalam kisaran target. Selain itu, pertimbangkan untuk menguji kadar keton untuk memastikan Anda tidak berisiko terkena DKA.

American Diabetes Association merekomendasikan pengujian keton jika gula darah Anda lebih tinggi dari 240 mg/dL. Anda bisa mengujinya di rumah dengan strip urin.

DKA adalah keadaan darurat medis. Jika Anda mengalami gejala DKA, segera temui dokter. Komplikasi dapat menyebabkan koma diabetes.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Kebiasaan Duduk Lama...
Kebiasaan Duduk Lama Bisa Sebabkan Diabetes, Ini Penjelasan Dokter!
Penderita Diabetes Sebaiknya...
Penderita Diabetes Sebaiknya Hindari Konsumsi Semangka, Ini Alasannya!
Jangan Salah, Gula dari...
Jangan Salah, Gula dari Buah Juga Bisa Memicu Diabetes Semakin Parah
Budi Gunadi Sadikin...
Budi Gunadi Sadikin Ungkap Bahaya Boba: 1 Porsi Setara 150 Kalori dan 10 Gram Gula
5 Kebiasaan Pemicu Diabetes...
5 Kebiasaan Pemicu Diabetes pada Anak Muda, Nomor 4 Sering Tak Disadari
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
Inovasi Terbaru Novo...
Inovasi Terbaru Novo Nordisk untuk Diabetes Tipe 2 Disetujui FDA AS
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Rekomendasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved