Ini Alasan Buah Semangka Dijadikan Simbol Perlawanan Palestina

Kamis, 02 November 2023 - 13:13 WIB
loading...
Ini Alasan Buah Semangka...
Buah semangka sering sekali terlihat dalam unggahan di social media sebagai bentuk dukungan masyarakat pada Palestina atas perang Israel-Hamas saat ini. Foto/Yahel Gazit—Middle East Images/AFP/Getty Images
A A A
JAKARTA - Semangka merupakan salah satu buah yang sangat menyegarkan. Apalagi kalau disantap saat cuaca sedang panas. Namun, semangka memiliki makna yang lebih dalam daripada itu untuk masyarakat Palestina. Semangka menjadi simbol perlawanan masyarakat Palestina.

Buah semangka sering sekali terlihat dalam unggahan di social media sebagai bentuk dukungan masyarakat pada Palestina atas perang Israel-Hamas saat ini. Namun, penggunaan semangka sebenarnya bukanlah hal baru.

Semangka pertama kali muncul pada 1967 ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza, dan mengambil Yerusalem Timur. Pada saat itu, pemerintah Israel menjadikan pengibaran bendera Palestina di depan umum sebagai pelanggaran pidana di Gaza dan Tepi Barat. Keadaan inilah yang akhirnya membuat warga Palestina memilih semangka untuk lambang perlawanan mereka. Salah satunya yakni menggambar semangka.

Baca Juga: Oki Setiana Dewi Menangis Lihat Kondisi Palestina, Merasa Bersalah Tak Bisa Berbuat Banyak

Sebagaimana diketahui, ketika semangka dibelah, maka buah tersebut akan memiliki warna yang melambangkan bendera Palestina yakni merah, hitam, putih, dan hijau. Pemerintah Israel yang menyadari hal tersebut langsung ikut melarang menggambar semangka atau hal lain yang mengandung warna Palestina.

Seniman Sliman Mansour mengatakan kepada The National pada 2021 bahwa pejabat Israel di tahun 1980 menutup pameran di 79 galeri di Ramallah yang menampilkan karyanya dan karya lain, termasuk Nabil Anani dan Issam Badrl.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa mengecat bendera Palestina itu dilarang, tapi warnanya juga dilarang. Maka Issam berkata, 'bagaimana jika saya membuat bunga berwarna merah, hijau, hitam dan putih?', dan petugas itu menjawab dengan marah, 'akan disita. Bahkan jika Anda mengecat semangka, itu akan disita'," kata Mansour, dikutip dari TIME, Kamis (2/11/2023).

Larangan pengibaran bendera Palestina tersebut baru dicabut pada 1993 sebagai bagian dari Perjanjian Oslo yang mencakup pengakuan timbal balik antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian formal pertama yang menyelesaikan konflik Israel dan Palestina.

Baca Juga: Perjuangan Teuku Wisnu Salurkan Bantuan ke Palestina, Sempat Kesulitan Imbas Komunikasi Terputus

Sejak saat itu pula New York menyetujui peran semangka sebagai simbol selama pelarangan bendera. Kemudian, penggunaan semangka sebagai simbol perlawanan negara Palestina muncul kembali pada 2021. Kala itu, simbol ini menunjukkan perlawanan atas putusan pengadilan Israel bahwa keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur akan diusir dari rumah mereka untuk dijadikan tempat bagi pemukim.

Dua tahun berlalu, kini simbol semangka kembali berkibar lantaran Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memberi polisi wewenang untuk menyita bendera Palestina. Akhirnya pada Juni lalu, Zazim sebuah organisasi komunitas Arab-Israel, meluncurkan kampanye untuk memprotes penangkapan dan penyitaan bendera. Gambar semangka terpampang di 16 taksi yang beroperasi di Tel Aviv, dengan teks bertuliskan 'ini bukan bendera Palestina'.

“Pesan kami kepada pemerintah jelas: kami akan selalu menemukan cara untuk menghindari larangan yang tidak masuk akal dan kami tidak akan berhenti memperjuangkan kebebasan berekspresi dan demokrasi,” kata Direktur Zazim Raluca Ganea.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kaya Nutrisi, Semangka...
Kaya Nutrisi, Semangka Ternyata Berkhasiat Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Penderita Diabetes Sebaiknya...
Penderita Diabetes Sebaiknya Hindari Konsumsi Semangka, Ini Alasannya!
Javier Bardem Serukan...
Javier Bardem Serukan 'No to War, Free Palestine' di Panggung Oscar 2026, Tepuk Tangan Menggema
Kisah Mencekam Chiki...
Kisah Mencekam Chiki Fawzi Tertahan di Tunisia Saat Misi ke Gaza, Pelabuhan Dibom Drone
Chiki Fawzi Siap Dobrak...
Chiki Fawzi Siap Dobrak Jalur Laut Demi Kirim Bantuan ke Gaza April 2026
8 Buah Rendah Gula yang...
8 Buah Rendah Gula yang Cocok untuk Diet
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Rekomendasi
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Berita Terkini
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Konflik Pascacerai Memanas,...
Konflik Pascacerai Memanas, Sarwendah Sambangi Komnas Perempuan
Suka Microdrama Singkat?...
Suka Microdrama Singkat? Intip Sinopsis Dont Hurt Me, Daddy, Mommys Leaving di V+Short
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved