alexa snippet

Asuhan Paliatif Bantu Pasien Dapatkan Kualitas Hidup yang Baik

Asuhan Paliatif Bantu Pasien Dapatkan Kualitas Hidup yang Baik
Asuhan paliatif dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas kehidupan pasien yang menderita penyakit ganas dan memasuki kondisi termal. (medicalrepublic.com.au)
A+ A-
JAKARTA - Pertolongan medis menjadi bantuan pertama bagi orang dengan kondisi tak sehat. Namun berbeda halnya pada mereka yang menderita penyakit ganas dan telah memasuki kondisi termal. Perawatan di rumah sakit pun terkadang tidak lagi dapat menolong.

Terkait kondisi ini, pasien pun dianjurkan mendapatkan asuhan atau perawatan paliatif. Sayangnya jenis perawatan ini masih belum diketahui banyak orang. Padahal, asuhan paliatif dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas kehidupan pasien serta keluarga.

"Ada penyakit seperti kanker yang diobati seperti apapun ternyata tidak respon. Sudah dikemo tidak respon, artinya nggak bisa sembuh. Kita bisa melakukan paliatif," papar dokter spesialis onkologi anak, dr Edi Setiawan Tehuteru saat acara pembukaan instalasi Living The Wall di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Pada dasarnya, asuhan paliatif bertujuan mengatasi nyeri dan gejala serta menyediakan dukungan emosional dan sosial. Dengan demikian, pasien dapat hidup terbebas dari nyeri dan menikmati kualitas hidup terbaik disisa hidupnya. Perawatan jenis ini pun bisa diberikan saat pasien terdiagnosis penyakit sejak awal, seperti halnya pemberian obat nyeri.

"Yang diajari di paliatif ada dua komponen, menyiapkan pasien diakhir hidup dan manajemen gejala yang timbul. Paling banyak gejala yang timbul pada kanker itu nyeri. Termasuk di anak-anak. Kita bertugas dan menyiapkan mereka, anak-anak meninggal dengan cara bermartabat. Kita kasih obat nyeri untuk menghilangkan rasa nyerinya. Ini dilakukan supaya mereka bisa tetap makan dan minum dengan baik, nggak teriak karena sakit," kata dia.

Asuhan paliatif ini juga berbeda dengan perawatan yang ada di rumah sakit. Tujuannya adalah agar pasien memiliki kualitas hidup yang baik.

"Perawatan paliatif berbeda dalam arti menangani pasien di rumah sakit. Kalau di rumah sakit, dokter fokus pasien gimana bisa disembuhkan. Kalau paliatif goal kita bukan untuk sembuh tapi anak memiliki kualitas hidup yang baik dan saat waktu tiba, anak punya kualitas kematian yang baik. Itu semua nggak cuma peran tenaga medis tapi semua multidisiplin lintas profesi," ujar dia.

Meski demikian, asuhan paliatif tidak hanya menangani pasien di akhir kehidupannya tapi juga pasien dalam proses pengobatan untuk sembuh. "Paliatif itu kesannya berhubungan dengan anak-anak di akhir masa hidupnya tapi definisi sebenarnya di mulai sejak pasien di diagnosis dan paliatif sudah berperan. Perawat sedang melakukan visit, peran paliatif masuk disitu," kata dia.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top