alexa snippet

Review Film: Justice League

Review Film: Justice League
Justice League Justice memiliki unsur drama yang cukup untuk memberikan keseimbangan dalam alur cerita. Film ini lebih menghibur ketimbang Batman v Superman. (DC Comics)
A+ A-
JAKARTA - DC kembali merilis film superhero terbaru mereka. Bekerjasama dengan Ratpac dan Warner Brother, DC merilis salah satu "masterpiece" mereka, yakni Justice League.

Diceritakan, Bruce Wayne/Batman (Ben Afleck) bersama dengan Diana Prince/Wonder Woman (Gal Gadot) berusaha mengumpulan para pahlawan super yang ada di bumi. Hal ini dilakukan setelah Batman, dan Wonder Woman menyadari adanya ancaman besar datang ke bumi, yang tak lain adalah Steppenwolf (Claran Hind).

Steppenwolf adalah seorang penakluk dunia, dan juga merupakan kaki tangan dari Darkseid, yang tidak lain merupakan musuh terbesar Justice League. Dia datang ke Bumi untuk mencari tiga "Mother Box", yang akan dia gunakan untuk menghancurkan bumi.

Batman, dan Wonder Woman kemudian berpencar untuk merekrut pada pahlawan tersebut. Mereka adalah Arthur Churry/Aquaman (Jason Momoa), Bary Allen/The Flash (Ezra Miller), dan Victor Stone/Cyborg (Ray Fisher).

Singkat cerita, Batman dan Wonder Woman sukses mengumpulkan ketiga pahlawan super tersebut. Mereka akhirnya membentuk tim untuk menyerang Steppenwolf, dan memusnahkan "Mother Box" tersebut.

Usaha mereka untuk mengalahkan Steppenwolf tidak berjalan mulus, ini dikarenakan pada awalnya kelima anggota Justice League masih belum percaya satu sama lain, dan mereka masih buta akan kekuatan Steppenwolf.

Untuk yang bertanya-tanya mengenai apakah Superman (Henry Canvil) akan muncul dalam film ini, jawabanya adalah dia akan muncul. Namun, bagaimana cara dia hidup kembali, dan bagaimana dia dimunculan dalam film ini, Anda sebaiknya menyaksikan langsung di bioskop-bioskop terdekat.

Film arahan Zack Snyder ini sejatinya memiliki sejumlah kekurangan, yang bisa terbilang minor. Beberapa kekurangan tersebut adalah adanya beberapa efek yang terlihat di beberapa scene dalam film ini. Selain itu, banyak sekali adegan yang dipotong, yang membuat beberapa scene seakan-akan loncat, dan kehilangan penghubung.

Namun, secara garis besar film ini masih terbilang menarik, dan menghibur. Terlebih, Zack, yang akhirnya dibantu oleh Josh Whedon—sutradara Avengers—berhasil membuat tone film ini tidak segelap, dan seserius Batman v Superman.

Dalam film ini Anda melihat sejumlah lelucon yang dapat mengocok perut, dan meredakan urat syaraf yang tegang setelah melihat pertempuran yang cukup intens. Justice League Justice memiliki unsur drama yang cukup untuk memberikan keseimbangan dalam alur cerita.

Ada satu hal lagi, film ini memiliki dua after credit scene yang memiliki hubungan dengan film-film DC selanjutnya. Saya bisa dikatakan, bagi Anda yang menonton Justice League wajib melihar after credit scene tersebut.

Film Justice League sendiri mulai tayang di Indonesia pada hari ini, Rabu (15/11/2017). Jadi, jangan tunggu lagi, saksikan film Justice League di bioskop-bioskop terdekat, untuk melihat pertarungan kelima superhero, dan Superman dalam upayanya menyelamatkan dunia.

(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top