Makanan Olahan Hewani Semakin Mudah dan Terjangkau

loading...
Makanan Olahan Hewani Semakin Mudah dan Terjangkau
Belfoods Indonesia tahun ini meluncurkan produk makanan olahan dengan kemasan seharga Rp5.000 agar makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Foto/Dok Belfoods
A+ A-
JAKARTA - Memperoleh sumber protein sebagai asupan gizi sehari-hari kini semakin mudah dengan adanya berbagai inovasi dari perkembangan teknologi. Dalam Public Expose sekaligus Poultry Rethinking Webinar belum lama ini, PT Sierad Produce Tbk, perusahaan integrated poultry based foods di Indonesia, menegaskan konsep demokratisasi protein untuk mengembangkan usahanya.

Setelah sukses dengan produk makanan olahan di bawah label Belfoods seharga Rp10.000 pada 2019, PT Belfoods Indonesia tahun ini kembali meluncurkan produk makanan olahan dengan kemasan seharga Rp5.000 agar makin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. (Baca Juga: Tongseng Kambing Pak Udin Bikin Ketagihan)

“Strategi kami sederhana. Ketersediaan akses atas produk Perseroan kami pastikan melalui cakupan wilayah distribusi yang sangat luas, harga terjangkau, serta kualitas yang terbukti segar dan aman dikonsumsi dengan target konsumen kelas menengah,” ungkap Dicky Saelan, Managing Director Foods Perseroan.

Tak hanya itu, akses memperoleh makanan berbasis protein hewani yang mudah ini juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjadi mitra usaha dengan Wahyoo Group yang bekerja sama dengan perseroan untuk outlet Ayam Goreng Bikin Tajir yang menawarkan ayam goreng kualitas internasional dengan harga lokal yang kini sudah memiliki 300 mitra dan ditargetkan mencapai 1.000 mitra pada akhir 2020.



“Tawaran peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan menjadi reseller berbagai produk Perseroan dan PT Belfoods Indonesia melalui Ayam Goreng Bikin Tajir ini hanya bermodalkan sekitar Rp2 juta. Fasilitas frezeer akan dipinjamkan gratis serta pemesanan produk sangat mudah karena menggunakan aplikasi smartphone dari mana dan kapan saja,” tukas Dicky.

Usaha Perseroan untuk bisa memberikan akses terhadap makanan berprotein berharga terjangkau bagi semua kalangan ini juga dibarengi dengan produk yang enak dan berkualitas. Selain produk serta jaringan distribusi yang mudah, perseroan juga bekerja sama dengan Hara, startup blockchain untuk membangun proses produksi di Rumah Potong Ayam Perseroan. Halal Blockchain dibangun dengan melihat mayoritas penduduk muslim penduduk Indonesia.

“Melalui Halal Blockchain para pelanggan dan konsumen kini bisa memperoleh informasi proses potong ayam secara transparan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan dan penimbangan ayam hidup saat masuk ke rumah potong ayam, proses penyembelihan halal, penirisan darah, sampai postmortem,” tambah Dicky. (Baca Juga: Empuknya Tuna Bakar Minahasa Utara yang Bikin Ngiler)



Inovasi ini merupakan transformasi digital Perseroan, yakni data-data yang sebelumnya sudah terintegrasi digital dan transparan. Para pelanggan dapat mengakses seluruh informasi terkait proses halal tersebut melalui QR code yang terdapat pada produk Perseroan, sehingga konsumen bisa yakin dengan kehalalan dan kualitas produk.
(tsa)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top