5 Diet Terbaik 2024 Menurut Ahli, Mediterania hingga Vegetarian

Rabu, 10 Januari 2024 - 07:00 WIB
loading...
5 Diet Terbaik 2024...
Diet bertujuan untuk membantu tubuh menjadi lebih sehat sehingga dapat menjalani hari dengan lebih baik dan produktif. Foto Ilustrasi/iStock
A A A
JAKARTA - Tiap awal tahun, diet menjadi resolusi banyak orang. Ada yang fokus diet untuk kesehatan jantung, penurunan berat badan, atau sekadar menjalani pola makan yang lebih seimbang.

Dari tiga alasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa diet bertujuan untuk membantu tubuh menjadi lebih sehat sehingga dapat menjalani hari dengan lebih baik dan produktif.

Namun, ada banyak sekali variasi diet yang dapat dilakukan. Lalu, mana yang terbaik?

Berikut 5 metode diet terbaik 2024 menurut pakar nutrisi yang bisa Anda coba lakukan untuk hidup yag lebih sehat.

Baca Juga: Ini Manfaat Bunga Rosella untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

1. Diet Mediterania

Terinspirasi oleh pola makan tradisional Italia selatan dan Yunani, diet mediterania dianggap sebagai “standar emas dalam pengobatan pencegahan". Hal tersebut karena kombinasi harmonis antioksidan dan sifat antiinflamasi.

Sebagaimana diketahui, diet mediterania kaya akan buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan. Pola makan ini memberikan manfaat kesehatan, termasuk peningkatan harapan hidup, penurunan risiko penyakit kronis, dan peningkatan kualitas hidup. Terlebih lagi, pola makan mediterania mudah diterapkan, berkat banyaknya sumber daya yang tersedia, mulai dari aplikasi pendukung hingga layanan pesan-antar makanan.

“Tidak mengherankan jika diet mediterania menduduki peringkat nomor satu,” kata Jackie Newgent, ahli diet terdaftar, anggota Dewan Penasihat Kesehatan Forbes, dikutip Rabu (10/1/2024).

Newgent menjelaskan, diet mediterania bukanlah diet yang seperti dipikirkan kebanyakan orang. Diet mediterania tentang gaya hidup mengonsumsi makanan sehat dan segar. Maka, diet ini tidak mengarah pada diet 'yo-yo' yang cepat menurunkan berat badan dan cepat juga meningkatkan berat badan.

Diet mediterania merekomendasikan mengisi piring Anda dengan buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan dan polong-polongan, dengan ikan dan kerang dalam porsi sedang untuk protein.

2. Diet Vegetarian

Pola makan vegetarian klasik memiliki keamanan dan kemampuan meningkatkan kesehatan jantung serta menjadi pilihan yang sangat sehat bagi penderita diabetes.

Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa kepatuhan seumur hidup terhadap pola makan vegetarian dikaitkan dengan risiko 35% lebih rendah terkena diabetes. Mereka yang menerapkan pola makan vegetarian setelah menjadi non-vegetarian memiliki risiko 53% lebih rendah terkena penyakit tersebut dibandingkan mereka yang tidak menjadi vegetarian.

“Pola makan vegetarian adalah pendekatan hebat untuk memasukkan lebih banyak tumbuhan ke dalam rencana makan Anda, yang merupakan alasan utama mengapa pola makan ini menjadi pemenang diet,” kata Newgent.

“Meskipun ada beberapa jenis pola makan vegetarian, yang paling populer adalah pola makan vegetarian lakto-ovo, yang mencakup produk susu dan telur sehingga lebih mudah mengikuti dan memenuhi kebutuhan nutrisi dibandingkan menjadi vegan atau 100% nabati," lanjutnya.

Menurut Newgent, diet ini dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit arteri koroner dan dapat melindungi terhadap kanker saluran pencernaan.

Baca Juga: Terapi Pijat Kaki Ampuh Cegah Komplikasi Luka Penderita Diabetes

3. Diet DASH

Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dirancang khusus dengan mempertimbangkan kesehatan jantung. Dibutuhkan pendekatan makan rendah sodium. Penelitian menunjukkan diet DASH secara efektif menurunkan tekanan darah dan kolesterol LDL “jahat”.

“Anda mungkin merasa lebih sulit untuk makan di luar dengan kandungan natrium yang rendah dan memasak tanpa menambahkan garam juga mungkin lebih menantang. Namun menambahkan rempah-rempah dan herba dapat membuat diet ini menjadi lebih sehat,” beber Melina Jampolis, MD, seorang board-certified ahli gizi dokter, anggota Dewan Penasihat Kesehatan Forbes.

Diet DASH merekomendasikan makanan yang kaya buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak serta membatasi lemak jenuh. Pada diet DASH, Anda menggunakan grafik untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian, yang kemudian digunakan untuk mengetahui berapa porsi dari setiap kelompok makanan yang harus Anda konsumsi.

4. Diet Ornish

Diet ini diikembangkan oleh Dean Ornish, MD. Diet ini didasarkan pada penelitian yang menemukan bahwa perubahan gaya hidup komprehensif mungkin dapat menurunkan penyakit jantung koroner dan kondisi kronis lain. Diet ini tidak hanya menekankan pada makanan yang Anda konsumsi, tetapi juga olahraga dan manajemen stres.

“Diet ornish sangat menekankan makanan yang membantu kesehatan jantung seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan,” kata Amidor.

“Ini juga mempromosikan rendah lemak, rendah gula tambahan, dan rendah karbohidrat olahan. Rencana tersebut juga menekankan manajemen stres dan olahraga yang penting dalam gaya hidup sehat," tambahnya.

5. Diet Flexitarian

Diet flexitarian cocok bagi Anda yang ingin mendapatkan manfaat dari pola makan nabati, namun merasa belum bisa atau ingin berkomitmen untuk berhenti makan daging saat makan siang.

Diet flexitarian digambarkan oleh Dewan Informasi Pangan Internasional sebagai “pola makan semi-vegetarian, lebih mengutamakan nabati". Pola makan fleksibel menekankan makanan nabati (seperti buah-buahan, sayuran, dan polong-polongan), susu, dan telur, serta merekomendasikan porsi makan yang lebih sedikit dan/atau lebih kecil.

Organisasi tersebut mencatat bahwa penelitian yang muncul menunjukkan kalau cara makan ini mungkin memiliki manfaat mulai dari pengelolaan berat badan hingga penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Sumber Protein Nabati...
5 Sumber Protein Nabati Terbaik untuk Vegetarian, Lezat dan Bergizi Tinggi
Mengejutkan! Baskara...
Mengejutkan! Baskara Mahendra Sudah 3 Tahun Jadi Vegetarian, Ini Pemicunya
Ibunda Tasya Kamila...
Ibunda Tasya Kamila Jalani Operasi Bariatrik Setelah 25 Tahun Gagal Diet, Ini Penjelasannya
Hindari Gagal Diet Kamu,...
Hindari Gagal Diet Kamu, Terapkan Low-GI Swaps Sekarang Juga!
Yuk Intip Cara Bugar...
Yuk Intip Cara Bugar Tanpa Diet Ketat! Ini Aksi Low-GI Swaps yang Manjur!
6 Tips Diet Sehat dan...
6 Tips Diet Sehat dan Aman, Turunkan Berat Badan Tanpa Efek Samping
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Vegetarian Charity 2025,...
Vegetarian Charity 2025, Saat Makan Jadi Jalan Kebajikan
Buah Lontar Memiliki...
Buah Lontar Memiliki Manfaat yang Sangat Baik untuk Menu Diet
Rekomendasi
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Berita Terkini
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Dede Sunandar Akui Tak...
Dede Sunandar Akui Tak Ingin Cerai, Tapi Karen Hertatum Tetap Ingin Berpisah
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Resepsi Jennifer Coppen...
Resepsi Jennifer Coppen dan Justin Hubner Curi Perhatian, Tema Kartu Remi Bikin Salfok
Ini Tips Mengatasi Risiko...
Ini Tips Mengatasi Risiko Luka dan Luka Robek di Area Sensitif Akibat Wasir Kronis
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved