Ini Dampak Buruk Aksi Perundungan bagi Pelakunya, Bisa Mengarah ke Kriminal

Selasa, 20 Februari 2024 - 06:35 WIB
loading...
Ini Dampak Buruk Aksi...
Bullying atau perundungan juga memberikan dampak buruk pada pelakunya. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Anak Vincent Rompies, Farrel Legolas Rompies, diduga terlibat dalam tindak perundungan dan kekerasan bersama teman-teman sekolahnya. Kabar tersebut pertama kali muncul lewat cuitan di X oleh sebuah akun bernama @ErikE***.

Dalam cuitannya, akun tersebut memberikan komentar terkait perundungan yang terjadi di SMA internasional yakni Binus School Serpong. Akibat dari perundungan itu, korban mengalami luka hingga masuk rumah sakit.

Ya, bullying atau perundungan masih kerap terjadi di tengah masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dampak yang dialami korban bullying tentu mempengaruhi psikis dan mentalnya.

Baca Juga: Viral! Video 42 Detik Diduga Aksi Perundungan Geng Tai, Geng Anak Vincent Rompies

Namun tahukah Anda, selain berdampak pada korban, bullying juga memberikan efek buruk pada pelakunya sendiri? Menurut psikolog klinis dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur Dian Fatmawati, S.Psi, M.Psi, bila pelaku perundungan tidak ditangani, maka dikhawatirkan akan melakukan tindakan kriminal serius.

"Misalnya pelaku akan merasa bukan masalah bila melakukan perbuatan yang melanggar aturan sehingga mencoba tindakan kriminal seperti begal. Mereka juga bisa sampai pada penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang," beber Dian, seperti dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Selasa (20/2/2024).

"Kalau sudah ke gangguan penggunaan zat, dia bisa malah mencuri karena butuh uang untuk buat beli zat. Jadi, malah merambat ke mana-mana,” lanjutnya.

Dian menambahkan, untuk mengatasi dampak perundungan bisa dimulai dari peran orang tua untuk terus memperhatikan anaknya. Selain itu juga upaya dari pihak sekolah.

"Langkah-langkah pencegahan perundungan dapat dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Sekolah perlu menanamkan budaya kasih sayang, tolong-menolong, dan antikekerasan," tuturnya.

Selain itu, juga perlu dibuat sosialisasi melalui poster yang mengajak siswa agar tidak melakukan tindakan perundungan.

Baca Juga: Nagita Slavina Pakai Rok Mirip Kue Lapis Rp48 Juta, Netizen: Harganya Bikin Asam Lambung Kumat

“Penting juga para guru, pendidik, punya edukasi tentang perundungan, dampak parahnya bisa seperti apa. Kalau bisa setiap sekolah di tiap awal tahun, awal semester selalu ada poster-poster ‘sekolah ini bebas perundungan'," katanya.

Di sisi lain, psikiater anak dan remaja dari Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan dr. Suzy Yusna dewi, Sp.KJ. (K) mengatakan, pelaku perundungan perlu diberikan peringatan bahwa apa yang dilakukan adalah salah serta bertentangan dengan norma di masyarakat sehingga harus dihentikan dan tidak boleh diulangi.

Perlu juga diketahui latar belakang pelaku melakukan perundungan, apakah ada unsur-unsur perilaku perundungan atau memang ada masalah gangguan kesehatan mental. Semuanya perlu digali dan pelaku perundungan diberi terapi kognitif.

“Cognitive behaviour therapy namanya. Jadi, sama-sama akan dilakukan itu. Cuma, yang ini (untuk) anak yang melakukan perundungan. Biasanya kami cari tahu apa penyebab dia begitu, di mana dia mengalihkan pikiran-pikiran negatifnya, mengalihkan emosinya bagaimana caranya, kenapa sih mesti ke orang lain," terang dr Suzy.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awkarin Geram, Dibully...
Awkarin Geram, Dibully Fisik oleh Geng Reza Arap
Istri Pandji Pragiwaksono...
Istri Pandji Pragiwaksono Geram Putranya Di-bully: Hadapin Gue Langsung!
13 Juri Baru Audisi...
13 Juri Baru Audisi Indonesian Idol Season 14, Raisa hingga Vincent Rompies
Dalami Peran di Qorin...
Dalami Peran di Qorin 2, Fedi Nuril Bayangkan Anaknya Jadi Korban Bully
Jadi Target Bullying...
Jadi Target Bullying Gara-Gara QR Code! Nonton Microdrama Scan Gue Kalo Berani di VISION+
Bikin Haru, Ibu Timothy...
Bikin Haru, Ibu Timothy Anugerah Maafkan Perundung Putranya
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Rekomendasi
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Berita Terkini
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Sudah Diet Tapi Berat...
Sudah Diet Tapi Berat Badan Kembali Naik? Ini Penjelasan Dokter
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved