alexametrics

Orang Tua Harus Kenali Potensi Anak Sejak Dini

loading...
Orang Tua Harus Kenali Potensi Anak Sejak Dini
Seorang anak tengah menjalankan AJT CogTest untuk membantu orang tua dan guru mengetahui potensi besar yang dimilikinya. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Setiap orang tua dan guru perlu mengetahui potensi anak sejak dini agar bisa mengarahkannya dengan tepat seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan sang buah hati. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki anak ialah dengan memerhatikan kebiasaan dan kesukaan mereka.

Ada juga yang mengajak anak untuk mengikuti tes IQ atau tes kecerdasan. Namun, tidak banyak orang tua yang mempunyai waktu setiap harinya dalam membantu anak belajar secara efektif, serta kesulitan dalam memahami hasil yang diperoleh dari tes IQ secara umum.

Untuk itu, PT Melintas Cakrawala Indonesia memberikan solusinya dengan memberikan pelayanan untuk mengetahui potensi kecerdasan anak secara pasti dan mudah dipahami. Caranya melalui inovasi tes kecerdasan terbaru AJT CogTest, yakni tes kognitif yang sudah dinormakan untuk anak Indonesia atau terstandardisasi sesuai karakteristik bahasa serta budaya Indonesia.



“Hasil AJT CogTest akan membantu orang tua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah,” kata Chief Executive Officer PT MCI, Ari Kunwidodo di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Orang tua akan lebih mudah mengarahkan dan mengembangkan potensi setelah mengetahui profil kognitif anak. Sebab informasi itu dapat membantu dan memahami bagaimana mereka dapat belajar sebaik mungkin. (Baca juga: Kacang Hitam Dapat Mengendalikan Diabetes Tipe 2).

Hal ini yang menjadi dasar Melia Inggriany, ibu rumah tangga yang menekuni usaha pembuat roti dan dekorasi kue untuk mengajak Dericho, anaknya, menjalani tes AJT CogTest di Jakarta. Dirinya menjadi lebih percaya diri dan yakin dengan potensi buah hatinya yang berumur 5 tahun itu.

“Setelah menerima hasil tes AJT CogTest, saya bisa melihat adanya kesamaan dari apa yang dipaparkan dalam hasil tes tersebut dengan keseharian anak saya. Hasilnya mudah dipahami, memberitahu sisi kelemahan dan kekuatan anak. Rekomendasi dari psikolog membantu saya membantu anak belajar lebih efektif,” kata Melia yang juga berbagi pengalamannya di akun instagram @meliaing.

Usia 5 sampai dengan 18 tahun merupakan masa penting di mana orang tua dan guru harus mengetahui profil kognitif demi membantu memotivasi anak dengan tepat dan efektif. Profil kognitif tersebut semakin cepat untuk diketahui akan lebih baik.

“Test AJT CogTest ini membantu kita untuk lebih mengenal potensi, kelemahan, dan sisi unggul dari anak kita. Sehingga mereka nantinya siap bersaing di dunia global, dan juga untuk mempersiapkan masa depan yang baik karena kita sudah memahami bagaimana cara paling efektif anak belajar,” tutur Melia.

AJT CogTest merupakan tes kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia. Tes dibangun dengan proses pengembangan sistematis yang melibatkan lebih dari 250 psikolog di Tanah Air dan hampir 5.000 anak Indonesia, sehingga menghasilkan produk tes yang berkelas dunia. (Baca juga: Kim Jae Wook dan Park Min Young Intim di Drama Her Private Life).

Landasan teori psikologi yang dipakai diklaim sebagai teori paling mutakhir dan komprehensif di dunia saat ini. AJT CogTest mengukur delapan bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun, sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas.

“Anak-anak memiliki keterampilan, minat, dan kekuatan serta kebutuhan belajar yang berbeda. Hasil laporan AJT CogTest yang pasti dan mudah dipahami, memungkinkan orang tua dan guru untuk mengarahkan anak dengan informasi yang komprehensif tentang kemampuan kognitif setiap anak, serta membantu memahami pembelajaran anak mereka,” ucap Ari Kunwidodo.

Sama halnya dengan Faizati Robiah, seorang perancang interior yang berbagi pengalamannya di akun Instagram @fayagung. Faizati mengatakan, dirinya khawatir Krisna, anaknya, dapat memahami pelajaran secara baik atau tidak di sekolah.

Karena dia merasa anaknya cenderung memiliki suasana hati tidak stabil atau moody dalam belajar. Terlebih ada beberapa nilai di sekolah yang tidak sesuai harapan.

Namun setelah Krisna menjalani tes AJT CogTest, Faizati mengetahui bahwa sebenarnya sang anak memiliki tingkat kecerdasan rata-rata dan dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan memadai. “Dari hasil tes AJT CogTest dapat diketahui kelebihan serta kelemahan anak dalam hal belajar oleh psikolog yang ramah dan profesional. MCI juga memberikan solusi bagaimana mengatasi kesulitan belajar anak saya, setelah diterapkan, Krisna jadi lebih nyaman dalam belajar,” pungkas Faizati.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak