Migrain Bukan Sakit Kepala Biasa, Tanda Ada Kelainan
Kamis, 20 Juni 2024 - 15:35 WIB
loading...
Migrain sering kali dianggap sebagai sakit kepala biasa merupakan kelainan neurologis. Kondisi ini tidak dapat diatasi dengan obat pereda nyeri konvensional. Foto/Rupa Health
A
A
A
JAKARTA - Migrain sering kali dianggap sebagai sakit kepala biasa merupakan sebuah kelainan neurologis. Kondisi yang bisa memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia ini tidak dapat diatasi dengan obat pereda nyeri konvensional.
Dokter spesialis saraf, dr. R.A. Dwi Pujiastuti menyoroti pentingnya mengenali dan memahami migrain sebagai kondisi yang lebih serius. Pasalnya, masih banyak stigma yang salah terkait migrain.
Menurut dr. Dwi, migrain merupakan salah satu kondisi yang serius, bahkan sudah masuk dalam kategori kelainan. Hal tersebut lantaran migrain merupakan nyeri pada kepala yang disebabkan oleh gangguan saraf dalam otak yang bisa berdampak pada berbagai gangguan keseimbangan pada indra tubuh manusia
Migrain membuat penderitanya merasa seakan kepala berdenyut parah dan sakit kepala sebelah saja. Baik itu sakit kepala sebelah kiri maupun sakit kepala sebelah kanan.
Baca Juga: Waspada Stres Kerja Picu Migrain, Ini Tips Jitu Mengatasinya!
"Selain mitos juga ada stigma. Jadi memang seringnya kita bilang bahwa migrain ini nyeri kepala. Tapi ini berbeda dengan nyeri kepala biasa," kata dr. Dwi dalam webinar Bulan Kesadaran Migrain dan Nyeri Kepala: Mengatasi Mitos Migrain di Tempat Kerja pada Rabu, 19 Juni 2024.
"Mungkin yang bisa dibilang cenderung orang sepele atau hanya menganggap ini nyeri kepala biasa. Padahal migrain sendiri itu sudah kelainan. Memang sudah punya kelainan di sistem sarafnya, di sistem otaknya yang membuat dia bisa terjadi serangan nyeri kepala yang sangat berat,” sambungnya.
Dokter spesialis saraf, dr. R.A. Dwi Pujiastuti menyoroti pentingnya mengenali dan memahami migrain sebagai kondisi yang lebih serius. Pasalnya, masih banyak stigma yang salah terkait migrain.
Menurut dr. Dwi, migrain merupakan salah satu kondisi yang serius, bahkan sudah masuk dalam kategori kelainan. Hal tersebut lantaran migrain merupakan nyeri pada kepala yang disebabkan oleh gangguan saraf dalam otak yang bisa berdampak pada berbagai gangguan keseimbangan pada indra tubuh manusia
Migrain membuat penderitanya merasa seakan kepala berdenyut parah dan sakit kepala sebelah saja. Baik itu sakit kepala sebelah kiri maupun sakit kepala sebelah kanan.
Baca Juga: Waspada Stres Kerja Picu Migrain, Ini Tips Jitu Mengatasinya!
"Selain mitos juga ada stigma. Jadi memang seringnya kita bilang bahwa migrain ini nyeri kepala. Tapi ini berbeda dengan nyeri kepala biasa," kata dr. Dwi dalam webinar Bulan Kesadaran Migrain dan Nyeri Kepala: Mengatasi Mitos Migrain di Tempat Kerja pada Rabu, 19 Juni 2024.
"Mungkin yang bisa dibilang cenderung orang sepele atau hanya menganggap ini nyeri kepala biasa. Padahal migrain sendiri itu sudah kelainan. Memang sudah punya kelainan di sistem sarafnya, di sistem otaknya yang membuat dia bisa terjadi serangan nyeri kepala yang sangat berat,” sambungnya.
Lihat Juga :