Risiko dan Penyebab Kanker Nasofaring yang Perlu Anda Ketahui

Sabtu, 25 Mei 2019 - 02:02 WIB
Risiko dan Penyebab...
Risiko dan Penyebab Kanker Nasofaring yang Perlu Anda Ketahui
A A A
JAKARTA - Kanker nasofaring, penyakit yang diderita Ustaz Arifin Ilham di sebagian besar kasus tidak diketahui penyebab pasti. Tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa penyakit mematikan ini terkait dengan diet, infeksi, dan karakteristik bawaan tertentu.

Dilansir dari Cancer.org, dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana virus Epstein-Barr (EBV) dapat menyebabkan sel-sel di nasofaring menjadi kanker, tetapi masih banyak yang harus dipelajari. Di negara maju, kebanyakan orang yang terinfeksi EBV memiliki mononukleosis (mono) yang menular, dan sistem kekebalan tubuh mereka mampu mengenali dan menghancurkan virus.

(Baca juga: Mengenal Penyakit Ustaz Arifin Ilham, mulai Getah Bening hingga Kanker Nasofaring )

Orang dengan kondisi tersebut pulih tanpa masalah jangka panjang. Tetapi dalam beberapa kasus, potongan-potongan DNA EBV bercampur dengan DNA sel-sel di nasofaring. DNA adalah bahan kimia di setiap sel tubuh yang membentuk gen serta instruksi untuk cara kerja sel tubuh. Misalnya, kita sering terlihat seperti orang tua kita karena mereka adalah sumber DNA kita.

Tetapi DNA lebih mempengaruhi daripada penampilan seseorang. Beberapa gen mengandung instruksi yang mengontrol kapan sel tumbuh dan membelah diri menjadi sel baru. Virus seperti EBV juga mengandung DNA. Ketika sebuah sel terinfeksi virus, DNA virus dapat bercampur dengan DNA manusia normal. Kemudian DNA EBV dapat menginstruksikan sel-sel nasofaring untuk membelah dan tumbuh secara abnormal.

(Baca juga: Kenali Kanker Nasofaring Seperti yang Diderita Ustaz Arifin Ilham )

Namun, infeksi EBV jarang mengarah ke kanker nasofaring sehingga faktor-faktor lain dinilai juga berperan dalam menyebabkan kanker atau tidak. Seperti halnya mengonsumsi makanan yang mengandung garam dan daging yang diawetkan dengan garam tinggi atau makanan asinan dapat meningkatkan EBV untuk menyebabkan kanker nasofaring. Makanan ini bisa sangat tinggi dalam nitrat dan nitrit, yang bereaksi dengan protein untuk membentuk nitrosamin. Zat kimia ini dapat merusak DNA kemudian mengubah kemampuan sel untuk mengendalikan pertumbuhan dan replikasi.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mewarisi jenis jaringan tertentu dapat berkontribusi pada risiko seseorang terkena kanker nasofaring. Karena tipe jaringan berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh, beberapa ilmuwan menduga bahwa reaksi imun abnormal terhadap infeksi EBV mungkin menjadi pemicu. Cancer Research UK menyebutkan bahwa risiko dan penyebab kanker nasofaring tergantung pada banyak hal termasuk usia, genetika, gaya hidup dan faktor lingkungan.

(Baca juga: Waspadai 12 Gejala Kanker Nasofaring )

Orang yang pernah merokok memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Risiko lebih tinggi pada perokok jangka panjang. Orang yang terpapar debu kayu melalui pekerjaannya juga memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Meski tidak diketahui persis bagaimana debu kayu dapat meningkatkan risiko kanker, tetapi bisa jadi dari menghirup bahan kimia dari kayu. Orang yang terpapar formaldehyde juga memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Formaldehyde merupakan bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat bahan kimia dan bahan bangunan lainnya.

(Baca juga: 6 Pengobatan Kanker Nasofaring Seperti yang Dialami Ustaz Arifin Ilham )

Selain itu, orang-orang yang memiliki kondisi telinga, hidung dan tenggorokan kronis di masa lalu memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Kondisi-kondisi ini termasuk hidung tersumbat dan pilek (rinitis) kronis, infeksi telinga tengah (otitis media) dan polip. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, tetapi hal ini belum ada bukti yang jelas. Namun minum alkohol dapat menyebabkan kanker kepala dan leher lainnya.
(nug)
Berita Terkait
Kolaborasi untuk Tanggulangi...
Kolaborasi untuk Tanggulangi Beban Kesehatan akibat Kanker
Modifikasi Gaya Hidup...
Modifikasi Gaya Hidup Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara
Pengobatan Kanker Bersifat...
Pengobatan Kanker Bersifat Personal, Tergantung Diagnosa
Malu Dikira Alami Penyakit...
Malu Dikira Alami Penyakit Menular Seks, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Lidah
Kenali Gejala Kanker...
Kenali Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Angka Kematiannya Cukup...
Angka Kematiannya Cukup Tinggi, Masyarakat Penting Kenali Gejala Kanker Paru
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
21 menit yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
43 menit yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
1 jam yang lalu
Ussy Sulistiawaty Bongkar...
Ussy Sulistiawaty Bongkar Kepribadian Asli Andhika Pratama: Pendiam Banget
1 jam yang lalu
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
3 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved