alexametrics

Beberapa Cara untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker Nasofaring

loading...
Beberapa Cara untuk Mengurangi Risiko Terkena Kanker Nasofaring
Ilustrasi. / Foto: The Health Site
A+ A-
JAKARTA - Kanker nasofaring, penyakit yang diderita almarhum Ustaz Arifin Ilham, memang tidak memiliki gejala khusus atau bahkan di beberapa orang, tidak memiliki gejala sama sekali, namun penyakit mematikan ini tetap bisa dicegah. Berdasarkan statistik, kanker nasofaring berada pada urutan keempat sebagai kanker terbanyak di Indonesia, setelah kanker leher rahim, kanker payudara dan kanker paru.

(Baca juga: Mengenal Penyakit Ustaz Arifin Ilham, mulai Getah Bening hingga Kanker Nasofaring)

Menyadur dari Cancer.org, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan risiko terserang kanker nasofaring. Kebanyakan orang di Amerika Serikat yang mengidap kanker nasofaring tidak memiliki faktor risiko yang dapat dikendalikan, sehingga kanker mereka tidak dapat dicegah.



Hingga saat ini hubungan antara penggunaan tembakau dan alkohol berat dengan kanker nasofaring belum diketahui pasti, sehingga para ahli tidak tahu apakah menghindarinya dapat menurunkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut. Namun, penggunaan tembakau dan alkohol jelas telah dikaitkan dengan banyak kanker lainnya, serta masalah kesehatan lainnya, sehingga menghindarinya dapat memiliki banyak manfaat kesehatan.

(Baca juga: Kenali Kanker Nasofaring Seperti yang Diderita Ustaz Arifin Ilham)

Kanker nasofaring sangat terkait dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Para ilmuwan sedang mencoba membuat vaksin EBV, tetapi saat ini tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah infeksi ini. Selain itu, beberapa jenis makanan tertentu juga telah dikaitkan dengan risiko kanker nasofaring. Karena itu, mengurangi atau tidak makan beberapa jenis makanan dapat menurunkan jumlah kasus.

(Baca juga: Waspadai 12 Gejala Kanker Nasofaring)

Hal ini terutama berlaku di mana kanker nasofaring umum terjadi, seperti Cina selatan, Afrika utara, dan wilayah Arktik. Keturunan orang Asia Tenggara yang berimigrasi ke AS dan mengonsumsi makanan khas Amerika, misalnya, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker nasofaring. Tetapi faktor-faktor diet ini tidak dianggap bertanggung jawab atas semua kasus kanker nasofaring di sebagian besar belahan dunia lainnya.

Seperti diketahui mengkonsumsi makanan yang mengandung garam dan daging yang diawetkan dengan garam tinggi atau makanan asinan dapat meningkatkan EBV untuk menyebabkan kanker nasofaring. Makanan ini bisa sangat tinggi dalam nitrat dan nitrit, yang bereaksi dengan protein untuk membentuk nitrosamin. Zat kimia ini dapat merusak DNA kemudian mengubah kemampuan sel untuk mengendalikan pertumbuhan dan replikasi.

(Baca juga: 6 Pengobatan Kanker Nasofaring Seperti yang Dialami Ustaz Arifin Ilham)

Faktor-faktor lain, seperti genetika, kemungkinan juga memainkan peran. Orang yang terpapar debu kayu melalui pekerjaannya juga memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Meski tidak diketahui persis bagaimana debu kayu dapat meningkatkan risiko kanker, tetapi bisa jadi dari menghirup bahan kimia dari kayu. Orang yang terpapar formaldehyde juga memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring.

(Baca juga: Risiko dan Penyebab Kanker Nasofaring yang Perlu Anda Ketahui)

Formaldehyde merupakan bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat bahan kimia dan bahan bangunan lainnya. Oleh karena itu, salah satu cara menghindari kanker nasofaring adalah menghindari debu kayu dan bahan kimia serta bahan bangunan lainnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak