Kebutuhan Meningkat, Indonesia Masih Impor Albumin dari Luar Negeri
Kamis, 04 Juli 2024 - 17:45 WIB
loading...
Produksi albumin Indonesia masih mengimpor dari luar negeri. Padahal kebutuhannya tinggi. Foto/Ilustrasi/iStock
A
A
A
JAKARTA - Albumin merupakan jenis obat untuk mengobati atau mencegah syok pada pasien dengan luka parah, sakit parah, sepsis, pasien penyakit hati yang berat, pendarahan, operasi, atau terbakar.
Pada kondisi tersebut, pemberian infus albumin diperlukan untuk meningkatkan kadar albumin di dalam darah. Sehingga keseimbangan cairan di dalam tubuh akan membaik dan pasien bisa pulih.
Selain itu, albumin diberikan sebagai pengobatan gagal hati akut, penyakit kuning pada bayi baru lahir (hiperbilirubinemia neonatal), atau pasien sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
Baca Juga: 5 Waktu Terlarang Minum Kopi, Jangan Asal Konsumsi
Kebutuhan albumin sebagai salah satu produk obat derivat plasma di Indonesia terus meningkat. Dari sekitar 464 ribu vial di tahun 2019 menjadi 781 ribu vial di tahun 2023, di mana untuk memproduksinya diperlukan sekitar 650 ribu liter plasma.
Sayang, menurut Direktur RSUP Fatmawati Dr. Mohammad Syahril, produksi albumin Indonesia itu masih mengimpor dari luar negeri. Padahal kebutuhannya tinggi. Diharapkan Indonesia bisa memproduksi secara mandiri.
Pada kondisi tersebut, pemberian infus albumin diperlukan untuk meningkatkan kadar albumin di dalam darah. Sehingga keseimbangan cairan di dalam tubuh akan membaik dan pasien bisa pulih.
Selain itu, albumin diberikan sebagai pengobatan gagal hati akut, penyakit kuning pada bayi baru lahir (hiperbilirubinemia neonatal), atau pasien sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS).
Baca Juga: 5 Waktu Terlarang Minum Kopi, Jangan Asal Konsumsi
Kebutuhan albumin sebagai salah satu produk obat derivat plasma di Indonesia terus meningkat. Dari sekitar 464 ribu vial di tahun 2019 menjadi 781 ribu vial di tahun 2023, di mana untuk memproduksinya diperlukan sekitar 650 ribu liter plasma.
Sayang, menurut Direktur RSUP Fatmawati Dr. Mohammad Syahril, produksi albumin Indonesia itu masih mengimpor dari luar negeri. Padahal kebutuhannya tinggi. Diharapkan Indonesia bisa memproduksi secara mandiri.
Lihat Juga :