Kaya Akan Keindahan Alam, Tambrauw Perlu Kedepankan Konservasi

Minggu, 23 Agustus 2020 - 22:29 WIB
loading...
Kaya Akan Keindahan...
Sebagai bentuk dukungan untuk Tambrauw, Kemenparekraf menyerahkan sejumlah bantuan yang diberikan dalam FGD Pola Perjalanan Birdwatching di Kabupaten Tambrauw. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Keunggulan dan keindahan alam Kabupaten Tambrauw , Papua , benar-benar tidak perlu diragukan. Potensi besar tersebut membuat Tambrauw dijadikan daerah konservasi. Guna mendukung hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyerahkan sejumlah bantuan.

(Baca juga: Perawatan Kulit Anda Tepat atau Tidak, Cek dengan 5 Cara Ini! )

Pujian untuk Kabupaten Tambrauw pun datang langsung dari Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenparekraf , Rizki Handayani. Menurutnya, Tambrauw harus bisa memaksimalkan potensi konservasinya.

"Brand sebagai tempat konvervasi, harus dimunculkan di Kabupaten Tambarauw. Sebab, konservasi adalah roh di Tambrauw, maka dari itu wajib dikedepankan," tutur Rizki melalui keterangan resminya, Minggu (23/8/).

Sebagai bentuk dukungan untuk Tambrauw, Kemenparekraf menyerahkan sejumlah bantuan yang diberikan dalam FGD Pola Perjalanan Birdwatching di Kabupaten Tambrauw. Dukungan berupa perlengkapan aktivitas wisata birdwatching dalam rangka persiapan new normal tourism.

Penerima bantuan ini dibagi menjadi dua kategori. Pertama adalah personal yang mendapatkan topi rimba, celana trekking, kemeja tracking, raincoat, carrier rucksack, masker, dan sepatu tracking. Kategori penerima selanjutnya adalah distrik, yang mendapatkan dukungan berupa tenda, binocular, monocular, GPS maps, smartphone monocular, juga net volley, volleyball, bolasepak, dan sejumlah alat tulis berupa buku, pulpen, pensil.

Rizki Handayani berharap bantuan yang diberikan ini bisa semakin memperkuat brand Tambrauw sebagai daerah konservasi. "Dengan bantuan ini, kita ingin Kabupaten Tambrauw bisa memiliki pasar sendiri, dan target yang dituju lebih tepat. Jika Raja Ampat dikenal dengan wisata diving dan keindahan lautnya, maka Tambarauw harus tampil dengan konservasinya," kata dia.

(Baca juga: Sebelum Meninggal, Frankie Banali Sudah Siapkan Pemakaman seperti Ronnie James Dio )

Sementara, Bupati Tambrauw, Gabriel Asem mengatakan, salah satu yang harus dibenahi untuk mendukung pariwisata di Tambrauw adalah infrastruktur. "Salah satunya jalan ruas nasional sepanjang 30 km dari Sorong ke Tambrauw yang butuh percepatan perbaikan," terangnya.

Kaya Akan Keindahan Alam, Tambrauw Perlu Kedepankan Konservasi


Menurutnya, Tambrauw dan Raja Ampat punya potensi yang berbeda. Jika Raja Ampat punya pantai, Tambrauw punya alam, seperti hutan dan gunung, karena daerah konservasi.

"Wisatawan peminat birdwatching sangat banyak, termasuk juga wisata pegunungan. Karena Tambrauw wilayah konservasi, berarti kita menikmati jasa lingkungan, dan itu adalah pariwisata. Ada hutan adat, desa adat dan itu menjadi bagian pariwisata," jelasnya.

(Baca juga: Raja Ampat Dibuka Kembali, Ini 10 Aturan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan )

Menurut Bupati Gabriel jika bicara konservasi, berarti bicara masyarakat adat. Karena masyarakat adat yang punya hutan. Ditambahkannya, pemerintah mengatur hak kepemilikan menjadi jelas sehingga tidak ada konflik kepentingan.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Konflik Timur Tengah...
Konflik Timur Tengah Ancam Pariwisata RI, Kemenpar Buka Pasar Baru di Asia dan Oceania
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi...
ANTX 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata Nusantara
Masa Depan Pariwisata...
Masa Depan Pariwisata Asia Pacific Ditentukan Kemampuan Membaca Perubahan Wisatawan
Kenduri di Papua Ringankan...
Kenduri di Papua Ringankan Beban Pangan Komunitas Muslim Minoritas di Kampung Rufei
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved