alexametrics

Kebiasaan Nonton Film Porno Picu Perilaku Seks Anal

loading...
Kebiasaan Nonton Film Porno Picu Perilaku Seks Anal
Menonton film porno dipercaya dapat menginspirasi seseorang untuk melakukan seks anal atau sodomi. / Foto: The Irish Times
A+ A-
JAKARTA - Menonton film porno dipercaya dapat menginspirasi seseorang untuk melakukan seks anal atau sodomi. Hal ini pun dapat ditemui dalam sejumlah literatur, para pelaku terinspirasi dari apa yang ditonton dan mengaplikasikannya saat berhubungan seks.

"Umumnya mereka melakukan seks anal dari partnernya. Dari beberapa literatur yang saya baca kebiasaan seks anal dilakukan terinspirasi setelah menonton film porno," kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP di Jakarta, baru-baru ini.

Kondisi ini pun bisa diperparah dengan kemudahan mendapatkan film porno melalui internet. Menurut Prof Ari, film porno yang semakin mudah diakses bisa menyebabkan kebiasaan seks anal yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Padahal, seks anal baik dilakukan secara terpaksa atau suka sama suka merupakan tindakan seksual berisiko tinggi.



"Dapat menyebabkan terjadinya berbagai infeksi baik virus maupun bakteri dan perlukaan pada anus serta organ sekitarnya hingga yang terparah memicu kanker anus," tegasnya.

Lebih lanjut, Prof Ari menuturkan bahwa dampak seks anal nikah dan di luar hubungan nikah bisa berdampak sistemik. Ketika pelaku kena HIV, hepatitis dan sipilis maka korban akan berisiko. "Apalagi dubur itu enggak siap masuk benda lain. Kalau ada infeksi bisa berisiko kena infeksi dan kanker. Ini tugas kita semua untuk mengingatkan," sambungnya.

Pada dasarnya, anus atau dubur tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar. Anus berperan sebagai tempat lewatnya feses atau kotoran, sehingga anus bisa menjadi sumber infeksi.

Selain itu, karena anus atau dubur tidak siap untuk menerima masuknya benda dari luar, maka jika masuknya benda tersebut dilakukan secara dipaksa dan tanpa diberikan pelumas atau lubricant menyebabkan dinding anus dan bagian poros usus (rektum) rentan untuk luka.

"Kondisi luka tersebut memudahkan tertularnya berbagai infeksi dari partner yang melakukan seks anal. Risiko terjadi luka akan bertambah banyak jika proses seks anal dilakukan secara dipaksa," pungkasnya.
(nug)
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak