Penuhi Kebutuhan Kolagen untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
Senin, 16 Desember 2024 - 11:20 WIB
loading...
Penelitian menunjukkan bahwa 60% perempuan di Indonesia memiliki usia kulit lebih tua dibandingkan usia biologis mereka. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penelitian menunjukkan bahwa 60% perempuan di Indonesia memiliki usia kulit lebih tua dibandingkan usia biologis mereka. Selain dari paparan polusi, sinar UV, stres, dan konsumsi gula, kekurangan kolagen menjadi penyebab utama yang menyebabkan kulit kehilangan elastisitas dan mempercepat proses penuaan.
Masalahnya, setelah usia 25 tahun, produksi alami kolagen dalam tubuh mengalami penurunan sekitar 1-1,5% setiap tahunnya. Untuk membantu wanita Indonesia tetap memiliki kulit yang muda, Collagena hadir sebagai brand susu steril pertama dengan 1000 mg kolagen. Dengan kandungan kolagennya, Collagena dapat membantu memenuhi kebutuhan kolagen harian tubuh.
Peluncuran Collagena ini ditandai dengan kampanye “Semua Bisa Awet Muda” yang diadakan di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, dari tanggal 13 Desember 2024 hingga 15 Desember 2024. Kampanye ini dirancang untuk menginspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kolagen dalam menjaga kesehatan tubuh dan awet muda di tengah kesibukan gaya hidup modern.
Mulai usia 25 tahun, tubuh kita kehilangan sekitar 1-1.5% kolagen setiap tahunnya . Tak ayal, 60% wanita mengalami usia kulit yang di atas usia biologisnya, yang biasanya dikenal sebagai penuaan dini. Ahli dermatologi, dr. Widjaya Chandra, Sp.DVE menyatakan bahwa, “Pengurangan kolagen secara alami pada tubuh terus akan terjadi. Dan bila terus diakumulasi, pada usia 50 tahun, jumlah kolagen bisa berkurang hingga 25%.”
Kolagen adalah protein utama yang membentuk 75% struktur kulit manusia, 30% dari total protein tubuh, dan bahkan 80% dari struktur organik tulang. “Kolagen itu seperti ‘lem’ tubuh yang menjaga struktur kulit, tulang, otot, dan sendi. Penurunan kolagen ini menyebabkan kulit kehilangan kelembapan dan elastisitas, sehingga tampak lebih tua dengan tanda-tanda seperti kerutan, kekeringan, kusam, hingga penyembuhan luka yang lebih lama dan meninggalkan bekas,” jelasnya.
Baca Juga: Pangeran William dan Harry Diperlakukan Biadab, Ratu Camilla Merasa Kasihan
Selain terhadap kulit, dampak dari kekurangan kolagen ini meluas ke sendi dan otot, yang mengakibatkan kekakuan, dan nyeri, serta masalah pada saluran cerna dan pembuluh darah seperti hipertensi. “Secara psikologis, kondisi ini sering kali membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri,” tambah dr. Wijaya.
Masalahnya, setelah usia 25 tahun, produksi alami kolagen dalam tubuh mengalami penurunan sekitar 1-1,5% setiap tahunnya. Untuk membantu wanita Indonesia tetap memiliki kulit yang muda, Collagena hadir sebagai brand susu steril pertama dengan 1000 mg kolagen. Dengan kandungan kolagennya, Collagena dapat membantu memenuhi kebutuhan kolagen harian tubuh.
Peluncuran Collagena ini ditandai dengan kampanye “Semua Bisa Awet Muda” yang diadakan di Mall Kelapa Gading 3, Jakarta, dari tanggal 13 Desember 2024 hingga 15 Desember 2024. Kampanye ini dirancang untuk menginspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kolagen dalam menjaga kesehatan tubuh dan awet muda di tengah kesibukan gaya hidup modern.
Mulai usia 25 tahun, tubuh kita kehilangan sekitar 1-1.5% kolagen setiap tahunnya . Tak ayal, 60% wanita mengalami usia kulit yang di atas usia biologisnya, yang biasanya dikenal sebagai penuaan dini. Ahli dermatologi, dr. Widjaya Chandra, Sp.DVE menyatakan bahwa, “Pengurangan kolagen secara alami pada tubuh terus akan terjadi. Dan bila terus diakumulasi, pada usia 50 tahun, jumlah kolagen bisa berkurang hingga 25%.”
Kolagen adalah protein utama yang membentuk 75% struktur kulit manusia, 30% dari total protein tubuh, dan bahkan 80% dari struktur organik tulang. “Kolagen itu seperti ‘lem’ tubuh yang menjaga struktur kulit, tulang, otot, dan sendi. Penurunan kolagen ini menyebabkan kulit kehilangan kelembapan dan elastisitas, sehingga tampak lebih tua dengan tanda-tanda seperti kerutan, kekeringan, kusam, hingga penyembuhan luka yang lebih lama dan meninggalkan bekas,” jelasnya.
Baca Juga: Pangeran William dan Harry Diperlakukan Biadab, Ratu Camilla Merasa Kasihan
Selain terhadap kulit, dampak dari kekurangan kolagen ini meluas ke sendi dan otot, yang mengakibatkan kekakuan, dan nyeri, serta masalah pada saluran cerna dan pembuluh darah seperti hipertensi. “Secara psikologis, kondisi ini sering kali membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri,” tambah dr. Wijaya.
Lihat Juga :