Pentingnya Edukasi Seks untuk Remaja, Bisa Tekan Angka Penularan HIV/AIDS
Rabu, 18 Desember 2024 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut mengenai varian terbaru dari Okamoto, Holly Kwan menambahkan, jika digunakan dengan benar, kondom tersebut dapat membantu mencegah kehamilan dan mengurangi risiko penularan infeksi HIV/AIDS, serta infeksi menular seksual lain.
“Okamoto 0.03 HA (hyaluronic acid) merupakan kondom supertipis dengan ketebalan 0.03 mm yang konsisten dari ujung sampai pangkal, yang dilapisi dengan pelumas hyaluronic acid yang memberikan kelembaban lebih pada kondom untuk pengalaman seksual yang lebih berkesan bagi setiap pasangan,” terang Holly Kwan.
Dokter Agung Mohamad Rheza, Sp. D.V.E menimpali, hyaluronic acid adalah senyawa alami yang mampu menahan air tetap berada di dalam jaringan kulit dan menjaganya agar tidak mudah menguap ke luar tubuh. Kemampuan tersebut membuat hyaluronic acid mampu menjaga kelembaban kulit.
“Seperti halnya di wajah, kulit area genital pun butuh kelembaban. Tingkat kelembaban kulit area genital sangat penting untuk kenyamanan saat berhubungan seksual. Ketika terlalu kering, kulit area genital akan rentan iritasi dan bisa menimbulkan risiko infeksi, terutama bagi perempuan,” ucap dr. Agung.
“Okamoto 0.03 HA (hyaluronic acid) merupakan kondom supertipis dengan ketebalan 0.03 mm yang konsisten dari ujung sampai pangkal, yang dilapisi dengan pelumas hyaluronic acid yang memberikan kelembaban lebih pada kondom untuk pengalaman seksual yang lebih berkesan bagi setiap pasangan,” terang Holly Kwan.
Dokter Agung Mohamad Rheza, Sp. D.V.E menimpali, hyaluronic acid adalah senyawa alami yang mampu menahan air tetap berada di dalam jaringan kulit dan menjaganya agar tidak mudah menguap ke luar tubuh. Kemampuan tersebut membuat hyaluronic acid mampu menjaga kelembaban kulit.
“Seperti halnya di wajah, kulit area genital pun butuh kelembaban. Tingkat kelembaban kulit area genital sangat penting untuk kenyamanan saat berhubungan seksual. Ketika terlalu kering, kulit area genital akan rentan iritasi dan bisa menimbulkan risiko infeksi, terutama bagi perempuan,” ucap dr. Agung.
(tdy)
Lihat Juga :