Mengenal HMPV yang Buat RS di China Kebanjiran Pasien, Gejalanya Mirip Covid-19

Senin, 30 Desember 2024 - 23:00 WIB
loading...
Mengenal HMPV yang Buat...
Human Metapneumovirus (HMPV) membuat rumah sakit di China kebanjiran pasien. Virus yang gejalanya mirip dengan Covid-19 ini sebenarnya bukan virus baru. Foto/World of Buzz
A A A
JAKARTA - Human Metapneumovirus (HMPV) membuat rumah sakit di China kebanjiran pasien hingga kewalahan. Virus yang gejalanya mirip dengan Covid-19 ini sebenarnya bukan virus baru. HMPV adalah virus yang sering menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, mirip dengan flu biasa.

Dilansir dari Clevel and Clinic, Senin (30/12/2024), namun, dalam beberapa kasus, HMPV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah yang lebih serius seperti pneumonia, kambuhnya asma, atau memperburuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Mengenal HMPV yang Buat RS di China Kebanjiran Pasien



Baca Juga: Pneumonia Misterius Bikin RS di China Kebanjiran Pasien, 650 Kunjungan Sehari

Apa Itu HMPV?


Human Metapneumovirus adalah virus dari keluarga yang sama dengan RSV (Respiratory Syncytial Virus), campak, dan gondongan. Virus ini sering menyerang pada musim dingin dan awal musim semi, dengan sebagian besar orang terinfeksi sebelum mereka berusia lima tahun. Walaupun infeksi ulang bisa terjadi, gejalanya biasanya lebih ringan setelah infeksi pertama.

HMPV terutama menyerang anak-anak kecil, orang dewasa berusia di atas 65 tahun, dan mereka yang memiliki masalah pernapasan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penelitian menunjukkan sekitar 10 persen hingga 12 persen penyakit pernapasan pada anak-anak disebabkan oleh HMPV, dengan 5 persen hingga 16 persen dari kasus tersebut berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan bawah yang serius.

Gejala HMPV


Gejala yang ditimbulkan oleh HMPV sering kali menyerupai flu biasa. Namun, pada beberapa kasus, gejala bisa menjadi parah. Berikut adalah gejala umum HMPV:

1. Batuk
2. Demam
3. Hidung berair atau tersumbat
4. Sakit tenggorokan
5. Mengi
6. Sesak napas (dispnea)
7. Ruam (pada beberapa kasus)

Orang yang mengalami infeksi pertama kali, terutama anak-anak kecil, lebih rentan mengalami gejala yang parah. Demikian pula, orang dewasa lanjut usia dan mereka dengan gangguan sistem kekebalan tubuh memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi serius.

Baca Juga: China Diserang Wabah Pneumonia Misterius, Ini Gejala dan Pencegahannya

Bagaimana HMPV Menyebar?


HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dari menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus. Berikut adalah beberapa cara penularan HMPV:

1. Batuk dan bersin
2. Kontak langsung seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berciuman
3. Menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, seperti telepon, gagang pintu, atau mainan

Siapa yang Berisiko?


Siapa pun dapat terinfeksi HMPV, tetapi risiko terkena penyakit parah lebih tinggi pada kelompok berikut:

1. Anak-anak berusia di bawah 5 tahun, terutama bayi prematur
2. Orang dewasa berusia di atas 65 tahun
3. Mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV, kanker, gangguan autoimun, atau obat-obatan yang menekan kekebalan tubuh
4. Orang dengan kondisi pernapasan kronis seperti asma atau PPOK

Langkah Pencegahan


Karena HMPV menyebar melalui kontak langsung, menjaga kebersihan adalah langkah utama untuk mencegah penularan. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air
2. Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit
3. Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh
4. Menghindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, dengan tangan yang belum dicuci

Baca Juga: Influenza A dan HMPV Mewabah di China, Pasien di RS Membeludak
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Pelatih Portugal Kesal...
Pelatih Portugal Kesal Ronaldo Diminta Diistirahatkan: Itu Kekanak-kanakan!
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved