Pentingnya Anak Terapkan Pola Hidup Sehat, Cegah Penyakit Kronis dan Degeneratif

Jum'at, 24 Januari 2025 - 17:33 WIB
loading...
Pentingnya Anak Terapkan...
Pemahaman soal gizi, perilaku konsumsi, serta gaya hidup dapat mencegah risiko penyakit kronis maupun degeneratif. Foto/ ist
A A A
JAKARTA - Pemahaman soal gizi, perilaku konsumsi, serta gaya hidup yang bersih dan sehat dapat mencegah kita mengalami berbagai risiko penyakit kronis maupun degeneratif. Tidak hanya pada orang dewasa, namun juga anak-anak.

Menurut Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si, Guru Besar dan Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, gizi merupakan dasar dan pondasi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas guna mencapai Indonesia Emas. Sebab, gizi baik yang dibarengi dengan gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya penyakit tidak menular (PTM), dan itu bisa dilakukan sejak usia dini. Termasuk juga menghindarkan kita dari penyakit degeneratif.

"Peningkatan kurva penderita penyakit degeneratif tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, termasuk di antaranya pola makan yang salah. Konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tidak menular. Penyakit tersebut bisa dicegah sejak dini apabila kesadaran masyarakat makin tinggi terhadap gaya hidup dan pola makan yang menyehatkan,” kata Prof. Annis Catur dalam seminar edukasi di Mojokerto, Jawa Timur.

“Oleh karena itu, penting sekali bagi para orang tua untuk bisa menyiapkan dan memenuhi asupan gizi seimbang yang baik bagi anak. Tidak kalah penting, kita sebagai orang tua di rumah ataupun guru di sekolah, juga bisa memastikan sanitasi yang baik di lingkungan sekitar. Karena kebersihan lingkungan juga menjadi faktor anak-anak bisa terhindar dari infeksi maupun penyakit menular lain,” ucap dia lagi.

Prof. Annis memaparkan beberapa langkah dalam memenuhi asupan gizi seimbang harian serta cara untuk terhindar dari risiko penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan serangan jantung di kemudian hari.

“Selalu baca label informasi gizi produk yang dibeli, ganti gula dengan rempah sepert jahe, kayu manis, atau pala. Kurangi atau hentikan konsumsi minuman bersoda dan ganti dengan air mineral biasa, batasi penggunaan gula putih atau sirup sebagai pemanis. Pilih buah yang segar atau beku sebagai camilan,” papar Prof. Annis.

Kemudian, lanjutnya, untuk terhindar dari risiko penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan serangan jantung di kemudian hari, penting bagi kita untuk mengurangi asupan gula, garam, lemak, sebagaimana dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Terkadang dalam memasak menu harian, kita khawatir jika kurang penggunaan garamnya, maka akan membuat rasa masakan menjadi kurang lezat. Nah, saya memiliki cara yang cukup mudah untuk diterapkan supaya kita tetap bisa membuat masakan terjaga kelezatannya, sekaligus penggunaan garamnya berkurang, yaitu dengan konsep Bijak Garam. Contoh, dalam memasak menu sup ayam, dari yang biasanya kita menuangkan 2 sendok teh garam ke dalam 1 liter kuah, diubah menjadi 1 sendok teh garam + 1/2 sendok teh MSG. Mengapa bisa demikian? Karena dalam MSG hanya memiliki 1/3 kandungan natrium jika dibandingkan dengan garam dapur biasa, dan sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan MSG dapat mengurangi asupan natrium (garam), namun kelezatan makanan tetap terjaga,” bebernya.

Pada kesempatan terpisah dalam seminar yang sama, Dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi menjelaskan pentingnya penyediaan kantin sehat di lingkungan sekolah.

“Penyebab permasalahan gizi pada anak usia sekolah sebenarnya cukup banyak bersumber dari jajanan yang tidak aman mutu pangannya. Oleh karena itu, penyediaan kantin sehat, dengan mutu pangan yang terjaga, serta tempat yang kebersihannya memadai di lingkungan sekolah sangatlah penting,” ujar Hustina.

Untuk menciptakan kantin sekolah yang dapat dikategorikan sebagai kantin sehat, ungkap Hustina, 4 pilar yakni komitmen & manajemen, sarana-prasarana, sumber daya manusia, serta mutu pangan yang menjadi parameter, perlu diidentifikasi apakah seluruhnya telah memadai.

"Kemudian mengenai jenis makanan maupun minuman yang saat ini disediakan di kantin sekolah, guru bisa mulai mengkategorikannya berdasarkan warna, yaitu hijau, jingga, merah. Hijau artinya makanan dan minuman yang dianjurkan untuk disediakan, jingga artinya makanan dan minuman yang perlu dibatasi, merah artinya makanan dan minuman yang tidak diperbolehkan. Dengan begitu, guru turut berkontribusi dalam mempercepat penyediaan kantin sekolah yang sehat,” terang Hustina.

Sebagai informasi, konsep Bijak Garam merupakan salah satu inisiatif Ajinomoto Health Provider guna mencapai tujuan besar Grup Ajinomoto Indonesia, di mana Grant Senjaya, Head of Corporate Communications Dept. PT Ajinomoto Indonesia mengatakan perusahaan berusaha memperkuat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi manusia, masyarakat dan bumi melalui AminoScience.

"Ajinomoto Health Provider merupakan sebuah inisiatif keberlanjutan terintegrasi dari Grup Ajinomoto Indonesia, meliputi aktivitas yang menunjang kesehatan bagi manusia dan kelestarian lingkungan," ujar dia.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Makan...
Jangan Sepelekan Makan Siang, Ini Waktu Terbaik agar Tetap Fokus Sepanjang Hari
Hiroaki Kato dan Arina...
Hiroaki Kato dan Arina Ephipania Tularkan Gaya Hidup Sehat
3 Makanan yang Dilarang...
3 Makanan yang Dilarang saat Jamuan Kerajaan, Salah Satunya Berisiko Keracunan
8 Kebiasaan yang Membuat...
8 Kebiasaan yang Membuat Otak Tetap Tajam, Salah Satunya Tidur Cukup
6 Kebiasaan Pagi yang...
6 Kebiasaan Pagi yang Bikin Cepat Kurus, Salah Satunya Mandi Air Dingin
7 Kebiasaan Sehat yang...
7 Kebiasaan Sehat yang Buat Awet Muda, Cegah Penuaan Dini
Intip Jamuan Santap...
Intip Jamuan Santap Siang Prabowo-Lula, dari Pecel Kembang hingga Iga Bakar Kluwek
Momen Hangat Prabowo...
Momen Hangat Prabowo Hadiri Jamuan Makan Malam PM Kanada di National Gallery
Konsul Kehormatan Belarus...
Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya Gelar Jamuan Makan Malam dengan Menlu Ryzhenkov
Rekomendasi
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Dari Dunia Korporat...
Dari Dunia Korporat ke Industri Hiburan, Ryan Goutama Temukan Passion di Depan Kamera
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved