7 Fungsi Asam Folat untuk Kesehatan Tubuh, Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Selasa, 06 Mei 2025 - 16:20 WIB
loading...
Fungsi asam folat sangat penting untuk kesehatan tubuh. Asam folat, atau vitamin B9, nutrisi yang larut dalam air dan berperan besar dalam berbagai fungsi. Foto/Harvard Health
A
A
A
JAKARTA - Fungsi asam folat sangat penting untuk kesehatan tubuh. Asam folat, atau dikenal juga sebagai vitamin B9, adalah nutrisi yang larut dalam air dan berperan besar dalam berbagai fungsi vital tubuh.
Vitamin ini secara alami ditemukan dalam makanan tertentu. Namun asam folat juga tersedia dalam bentuk suplemen dan sering direkomendasikan terutama bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil.
Meskipun paling terkenal karena perannya dalam kehamilan, asam folat sebenarnya memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan manusia, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk anemia, gangguan perkembangan janin, hingga peningkatan risiko penyakit kronis.
Berikut adalah tujuh fungsi utama asam folat yang penting untuk diketahui dilansir dari Health, Selasa (6/5/2025).
Baca Juga: 7 Vitamin yang Bagus untuk Program Hamil, Asam Folat Cegah Keguguran
Salah satu fungsi utama asam folat adalah membantu pembentukan sel dan jaringan baru, terutama pada masa pertumbuhan yang cepat seperti pada janin, bayi, dan anak-anak. Asam folat bekerja sama dengan vitamin B12 dan vitamin C dalam membantu tubuh memproduksi DNA dan RNA, yaitu materi genetik sel. Proses ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.
Asam folat berperan vital dalam pembentukan sistem saraf janin, terutama selama trimester pertama kehamilan. Kekurangan asam folat pada awal kehamilan telah dikaitkan dengan risiko tinggi terjadinya cacat tabung saraf (neural tube defects/NTDs) seperti spina bifida dan anencephaly.
Karena itulah, wanita yang merencanakan kehamilan disarankan mengonsumsi suplemen asam folat minimal 400 mikrogram per hari sebelum dan selama awal kehamilan.
Asam folat diperlukan untuk produksi sel darah merah yang sehat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik, yaitu kondisi di mana sel darah merah menjadi besar dan tidak normal, sehingga tidak mampu membawa oksigen secara efisien ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi kelelahan, lemas, dan sesak napas.
Baca Juga: Pentingnya Asam Folat sebelum Hamil, Bisa Mencegah Cacat Lahir
Asam folat membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Homosistein adalah asam amino yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dengan menstabilkan kadar homosistein, asam folat berperan dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
Asam folat juga mempengaruhi fungsi otak, termasuk suasana hati, daya ingat, dan kognisi. Kekurangan asam folat telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, gangguan memori, hingga demensia. Ini karena asam folat membantu dalam produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam regulasi suasana hati.
Dalam proses metabolisme, tubuh menghasilkan senyawa beracun seperti homosistein dan amonia. Asam folat membantu tubuh mengubah senyawa-senyawa ini menjadi bentuk yang lebih tidak berbahaya sehingga bisa dibuang melalui urin atau empedu. Fungsi ini membantu detoksifikasi tubuh secara alami, mendukung kesehatan hati, dan mencegah penumpukan racun.
Baca Juga: Ibu Hamil Butuh Asam Folat Bukan Asam Sulfat, Ini Beda Keduanya
Vitamin B9 memiliki peran dalam regenerasi sel, termasuk pada kulit, rambut, dan kuku. Asam folat membantu menjaga kesehatan kulit agar tetap segar dan mencegah penuaan dini. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa asam folat membantu memperkuat rambut dan kuku, serta mencegah kerontokan yang disebabkan oleh defisiensi vitamin.
Untuk mencukupi kebutuhan asam folat, disarankan mengonsumsi makanan seperti sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli), hati, kacang-kacangan, buah jeruk, alpukat, dan biji-bijian yang difortifikasi. Jika diperlukan, konsultasikan dengan tenaga medis untuk penggunaan suplemen asam folat.
Vitamin ini secara alami ditemukan dalam makanan tertentu. Namun asam folat juga tersedia dalam bentuk suplemen dan sering direkomendasikan terutama bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil.
Meskipun paling terkenal karena perannya dalam kehamilan, asam folat sebenarnya memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan manusia, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk anemia, gangguan perkembangan janin, hingga peningkatan risiko penyakit kronis.
Berikut adalah tujuh fungsi utama asam folat yang penting untuk diketahui dilansir dari Health, Selasa (6/5/2025).
7 Fungsi Asam Folat yang Penting untuk Kesehatan Tubuh
Baca Juga: 7 Vitamin yang Bagus untuk Program Hamil, Asam Folat Cegah Keguguran
1. Mendukung Pembentukan Sel dan Jaringan Baru
Salah satu fungsi utama asam folat adalah membantu pembentukan sel dan jaringan baru, terutama pada masa pertumbuhan yang cepat seperti pada janin, bayi, dan anak-anak. Asam folat bekerja sama dengan vitamin B12 dan vitamin C dalam membantu tubuh memproduksi DNA dan RNA, yaitu materi genetik sel. Proses ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.
2. Mencegah Cacat Tabung Saraf pada Janin
Asam folat berperan vital dalam pembentukan sistem saraf janin, terutama selama trimester pertama kehamilan. Kekurangan asam folat pada awal kehamilan telah dikaitkan dengan risiko tinggi terjadinya cacat tabung saraf (neural tube defects/NTDs) seperti spina bifida dan anencephaly.
Karena itulah, wanita yang merencanakan kehamilan disarankan mengonsumsi suplemen asam folat minimal 400 mikrogram per hari sebelum dan selama awal kehamilan.
3. Mencegah Anemia
Asam folat diperlukan untuk produksi sel darah merah yang sehat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik, yaitu kondisi di mana sel darah merah menjadi besar dan tidak normal, sehingga tidak mampu membawa oksigen secara efisien ke seluruh tubuh. Gejalanya meliputi kelelahan, lemas, dan sesak napas.
Baca Juga: Pentingnya Asam Folat sebelum Hamil, Bisa Mencegah Cacat Lahir
4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke
Asam folat membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Homosistein adalah asam amino yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Dengan menstabilkan kadar homosistein, asam folat berperan dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
5. Mendukung Fungsi Otak dan Kesehatan Mental
Asam folat juga mempengaruhi fungsi otak, termasuk suasana hati, daya ingat, dan kognisi. Kekurangan asam folat telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi, gangguan memori, hingga demensia. Ini karena asam folat membantu dalam produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam regulasi suasana hati.
6. Mendukung Proses Detoksifikasi Tubuh
Dalam proses metabolisme, tubuh menghasilkan senyawa beracun seperti homosistein dan amonia. Asam folat membantu tubuh mengubah senyawa-senyawa ini menjadi bentuk yang lebih tidak berbahaya sehingga bisa dibuang melalui urin atau empedu. Fungsi ini membantu detoksifikasi tubuh secara alami, mendukung kesehatan hati, dan mencegah penumpukan racun.
Baca Juga: Ibu Hamil Butuh Asam Folat Bukan Asam Sulfat, Ini Beda Keduanya
7. Menjaga Kesehatan Kulit, Rambut, dan Kuku
Vitamin B9 memiliki peran dalam regenerasi sel, termasuk pada kulit, rambut, dan kuku. Asam folat membantu menjaga kesehatan kulit agar tetap segar dan mencegah penuaan dini. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa asam folat membantu memperkuat rambut dan kuku, serta mencegah kerontokan yang disebabkan oleh defisiensi vitamin.
Untuk mencukupi kebutuhan asam folat, disarankan mengonsumsi makanan seperti sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli), hati, kacang-kacangan, buah jeruk, alpukat, dan biji-bijian yang difortifikasi. Jika diperlukan, konsultasikan dengan tenaga medis untuk penggunaan suplemen asam folat.
(dra)
Lihat Juga :