Mengenal Diabetes Tipe 5, Jenis Baru yang Kini Diakui Dunia Medis
Selasa, 13 Mei 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini juga bersifat turunan, dan diperkirakan memengaruhi sekitar 25 juta orang di seluruh dunia, terutama di kawasan Asia dan Afrika. Sebagian besar penderitanya adalah pria muda dengan indeks massa tubuh (IMT) di bawah 19 kg/m².
Nihal Thomas, profesor endokrinologi di Christian Medical College di India dan anggota Kelompok Kerja Diabetes Tipe 5, menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan fungsisel betapankreas tidak normal, yang menyebabkan produksi insulin tidak mencukupi. Ia berkata,
"Karena kurangnya pengakuan formal, kondisi ini kurang diteliti dan salah didiagnosis," jelas Thomas.
Baca Juga: Jalan Kaki 2 Menit setelah Makan Bisa Kurangi Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Kasus diabetes ini pertama kali tercatat di Jamaika pada tahun 1955, dan sempat dikategorikan oleh WHO sebagai "diabetes akibat malnutrisi" pada dekade 1980-an. Namun, kategori tersebut dihapus pada 1999 karena kurangnya bukti ilmiah yang mendalam.
“Saya pertama kali mendengar tentang kondisi ini pada tahun 2005 dari rekan-rekan dokter di negara berkembang. Mereka menceritakan pasien muda, kurus, dan tidak responsif terhadap insulin,” ujar Hawkins.
Nihal Thomas, profesor endokrinologi di Christian Medical College di India dan anggota Kelompok Kerja Diabetes Tipe 5, menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan fungsisel betapankreas tidak normal, yang menyebabkan produksi insulin tidak mencukupi. Ia berkata,
"Karena kurangnya pengakuan formal, kondisi ini kurang diteliti dan salah didiagnosis," jelas Thomas.
Baca Juga: Jalan Kaki 2 Menit setelah Makan Bisa Kurangi Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Kasus diabetes ini pertama kali tercatat di Jamaika pada tahun 1955, dan sempat dikategorikan oleh WHO sebagai "diabetes akibat malnutrisi" pada dekade 1980-an. Namun, kategori tersebut dihapus pada 1999 karena kurangnya bukti ilmiah yang mendalam.
“Saya pertama kali mendengar tentang kondisi ini pada tahun 2005 dari rekan-rekan dokter di negara berkembang. Mereka menceritakan pasien muda, kurus, dan tidak responsif terhadap insulin,” ujar Hawkins.
Lihat Juga :