Lebih dari Sekadar Kompetisi: Soyalympic 2025 Buka Pintu Edukasi Gizi Anak
Kamis, 03 Juli 2025 - 17:53 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Anak-anak dengan sensitivitas atau alergi susu sapi (ASS) sering menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan nutrisi esensial. Kondisi ini, yang merupakan salah satu alergi makanan paling umum pada anak, kerap tidak dikenali gejalanya dan disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, ruam kulit, atau masalah tidur. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, sensitivitas susu sapi dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup dan tumbuh kembang anak.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kalbe Nutritionals melalui produk Morinaga Soya meluncurkan rangkaian kegiatan Soyalympic Door of Future 2025. Program ini dirancang untuk memberdayakan anak-anak dengan sensitivitas susu sapi agar tetap dapat tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri, sekaligus mengedukasi orang tua tentang pentingnya pilihan nutrisi yang tepat.
Puncak acara "The Final Game Soyalympic Door of Future 2025" yang diselenggarakan di Playtopia Gandaria City, Jakarta, menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang telah menjangkau 12 kota di Indonesia. Betzylia Wahyuningsih, Brand Manager Morinaga Soya, menjelaskan bahwa Soyalympic bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan simbol gerakan inklusif untuk mengubah ketakutan menjadi semangat. "Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang sensitif terhadap susu sapi, bisa tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri untuk meraih mimpinya," ujarnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan “Your Choice, Their Future”, yang menekankan bahwa pilihan nutrisi kecil hari ini akan menentukan masa depan anak. Data menunjukkan, 25-80% anak memiliki risiko alergi jika ada riwayat keluarga, dan 70,6% orang tua khawatir anaknya mengalami alergi makanan. Kurangnya pemahaman tentang sensitivitas susu sapi dapat menghambat tumbuh kembang anak jika tidak dikelola dengan solusi nutrisi yang tepat.
Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr.Sp.A(K), M.Kes, Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi Anak, dalam sesi edukasi, menegaskan, "Penanganan sensitivitas makanan, termasuk susu sapi, tidak hanya membutuhkan pendekatan medis, tetapi juga dukungan holistik dari orang tua, komunitas, dan industri nutrisi agar anak-anak dapat tumbuh optimal."
Kisah inspiratif Ryu Kintaro, yang pernah mengalami sensitivitas susu sapi di masa kecilnya, menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dengan kondisi ini tetap dapat berprestasi. Ryu yang kini tumbuh sehat dan percaya diri, menceritakan, "Dulu aku sering sakit perut, kulit merah-merah, dan gampang rewel. Tapi setelah ketahuan penyebabnya dan minum susu soya, semuanya berubah. Sekarang aku bisa aktif dan tidak merasa berbeda dari anak-anak lain." Kisah Ryu menunjukkan bahwa dengan dukungan orang tua dan nutrisi yang sesuai, anak-anak sensitif dapat mengejar impian mereka.
Sebagai pengakuan atas komitmennya dalam edukasi kesehatan, Morinaga Soya menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk inisiatif edukasi alergi kepada pasangan orang tua dan anak terbanyak di Indonesia.
Acara Soyalympic Door of Future 2025, yang diikuti oleh ribuan anak, ditutup dengan momen penyalaan Obor Harapan. Obor ini melambangkan semangat yang terus menyala untuk mendukung anak-anak sensitif susu sapi agar dapat tumbuh sehat, aktif, dan meraih mimpi. "Kami berharap semangat hari ini menjadi pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap anak bisa jadi juara dalam versinya masing-masing," tutup Betzy.
Melalui program ini, Morinaga Soya juga menyerukan kolaborasi seluruh pihak—mulai dari dokter, rumah sakit, komunitas parenting, hingga pemangku kebijakan—untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan suportif bagi anak-anak dengan sensitivitas susu sapi, demi masa depan anak Indonesia yang lebih baik.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kalbe Nutritionals melalui produk Morinaga Soya meluncurkan rangkaian kegiatan Soyalympic Door of Future 2025. Program ini dirancang untuk memberdayakan anak-anak dengan sensitivitas susu sapi agar tetap dapat tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri, sekaligus mengedukasi orang tua tentang pentingnya pilihan nutrisi yang tepat.
Puncak acara "The Final Game Soyalympic Door of Future 2025" yang diselenggarakan di Playtopia Gandaria City, Jakarta, menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang telah menjangkau 12 kota di Indonesia. Betzylia Wahyuningsih, Brand Manager Morinaga Soya, menjelaskan bahwa Soyalympic bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan simbol gerakan inklusif untuk mengubah ketakutan menjadi semangat. "Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang sensitif terhadap susu sapi, bisa tumbuh sehat, aktif, dan percaya diri untuk meraih mimpinya," ujarnya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan “Your Choice, Their Future”, yang menekankan bahwa pilihan nutrisi kecil hari ini akan menentukan masa depan anak. Data menunjukkan, 25-80% anak memiliki risiko alergi jika ada riwayat keluarga, dan 70,6% orang tua khawatir anaknya mengalami alergi makanan. Kurangnya pemahaman tentang sensitivitas susu sapi dapat menghambat tumbuh kembang anak jika tidak dikelola dengan solusi nutrisi yang tepat.
Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr.Sp.A(K), M.Kes, Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi Anak, dalam sesi edukasi, menegaskan, "Penanganan sensitivitas makanan, termasuk susu sapi, tidak hanya membutuhkan pendekatan medis, tetapi juga dukungan holistik dari orang tua, komunitas, dan industri nutrisi agar anak-anak dapat tumbuh optimal."
Kisah inspiratif Ryu Kintaro, yang pernah mengalami sensitivitas susu sapi di masa kecilnya, menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dengan kondisi ini tetap dapat berprestasi. Ryu yang kini tumbuh sehat dan percaya diri, menceritakan, "Dulu aku sering sakit perut, kulit merah-merah, dan gampang rewel. Tapi setelah ketahuan penyebabnya dan minum susu soya, semuanya berubah. Sekarang aku bisa aktif dan tidak merasa berbeda dari anak-anak lain." Kisah Ryu menunjukkan bahwa dengan dukungan orang tua dan nutrisi yang sesuai, anak-anak sensitif dapat mengejar impian mereka.
Sebagai pengakuan atas komitmennya dalam edukasi kesehatan, Morinaga Soya menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk inisiatif edukasi alergi kepada pasangan orang tua dan anak terbanyak di Indonesia.
Acara Soyalympic Door of Future 2025, yang diikuti oleh ribuan anak, ditutup dengan momen penyalaan Obor Harapan. Obor ini melambangkan semangat yang terus menyala untuk mendukung anak-anak sensitif susu sapi agar dapat tumbuh sehat, aktif, dan meraih mimpi. "Kami berharap semangat hari ini menjadi pengingat bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap anak bisa jadi juara dalam versinya masing-masing," tutup Betzy.
Melalui program ini, Morinaga Soya juga menyerukan kolaborasi seluruh pihak—mulai dari dokter, rumah sakit, komunitas parenting, hingga pemangku kebijakan—untuk menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan suportif bagi anak-anak dengan sensitivitas susu sapi, demi masa depan anak Indonesia yang lebih baik.
(unt)
Lihat Juga :