Ketindihan saat Tidur Bukan Mistis, Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya
Kamis, 17 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
“Penderita umumnya tertidur dalam posisi telentang dan merasa tak bisa bergerak, meskipun pernapasan dan detak jantung tetap berjalan normal. Satu episode biasanya berlangsung beberapa detik hingga menit,” paparnya.
Selama episode berlangsung, kesadaran tetap terjaga, namun sering disertai perasaan takut. Meski demikian, ada juga individu yang merasa tenang saat mengalaminya.
Gejala lain yang mungkin muncul termasuk halusinasi, terutama bila dipicu oleh narkolepsi. "Kondisi ini bisa menimbulkan rasa takut yang cukup intens. Namun, biasanya episode ini akan berakhir dengan sendirinya," imbuhnya.
Yeni menyarankan penanganan utama dengan memperbaiki pola hidup, terutama kebiasaan tidur . Hal ini mencakup pengaturan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menghindari konsumsi kafein dan makanan tinggi lemak, serta menerapkan prinsip sleep hygiene.
“Disarankan juga untuk melakukan olahraga ringan dan menata ulang penggunaan perangkat elektronik di sekitar tempat tidur,” sarannya.
Jika gangguan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menganjurkan agar penderita segera berkonsultasi ke dokter. “Penting untuk berkonsultasi ke spesialis guna mendapatkan pengobatan, seperti antidepresan, serta penanganan terhadap penyakit dasar seperti narkolepsi,” pungkasnya.
Selama episode berlangsung, kesadaran tetap terjaga, namun sering disertai perasaan takut. Meski demikian, ada juga individu yang merasa tenang saat mengalaminya.
Gejala lain yang mungkin muncul termasuk halusinasi, terutama bila dipicu oleh narkolepsi. "Kondisi ini bisa menimbulkan rasa takut yang cukup intens. Namun, biasanya episode ini akan berakhir dengan sendirinya," imbuhnya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Sleep Paralysis
Yeni menyarankan penanganan utama dengan memperbaiki pola hidup, terutama kebiasaan tidur . Hal ini mencakup pengaturan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menghindari konsumsi kafein dan makanan tinggi lemak, serta menerapkan prinsip sleep hygiene.
“Disarankan juga untuk melakukan olahraga ringan dan menata ulang penggunaan perangkat elektronik di sekitar tempat tidur,” sarannya.
Jika gangguan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menganjurkan agar penderita segera berkonsultasi ke dokter. “Penting untuk berkonsultasi ke spesialis guna mendapatkan pengobatan, seperti antidepresan, serta penanganan terhadap penyakit dasar seperti narkolepsi,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :