Hidup Sehat Panjang Umur ala Jepang, Salah Satunya Makan Rumput Laut

loading...
Hidup Sehat Panjang Umur ala Jepang, Salah Satunya Makan Rumput Laut
Jepang memiliki jumlah orang berusia di atas 100 tahun tertinggi di dunia. Foto Ilustrasi/Japan Info
A+ A-
JAKARTA - Jepang memiliki jumlah orang berusia di atas 100 tahun tertinggi di dunia. Ada beberapa perbedaan genetik yang berperan, tapi ada juga pola makan dan praktik gaya hidup yang mengarah pada rentang hidup lebih lama dengan lebih sedikit penyakit kronis seperti jantung dan diabetes tipe 2.

Setidaknya ada enam kebiasaan ala Jepang yang dapat membantu kita hidup sehat dan panjang umur. Kebiasaan ini bisa Anda praktikkan di rumah. Berikut ulasannya, seperti dikutip dari laman Today pada Kamis (10/9). (Baca Juga: Vitamin D Rendah Dapat Tingkatkan Kemungkinan Infeksi COVID-19)

1. Makan Rumput Laut
Makanan Jepang dipenuhi dengan banyak unsur nabati yang bergizi, tetapi rumput laut adalah yang paling menonjol.

Ada banyak bentuk yang berbeda dari makanan pokok Jepang ini, dan meskipun bervariasi dalam jumlah nutrisi yang disuplai, sebagian besar tumbuhan laut dikemas dengan mineral seperti yodium, tembaga dan besi, bersama dengan antioksidan, protein, serat, serta lemak omega-3 yang juga ditemukan pada ikan.

Orang Amerika paling akrab dengan nori, yaitu bentuk rumput laut yang digunakan untuk membungkus sushi dan dikeringkan serta dijual dalam makanan ringan kemasan. Anda bisa makan camilan rumput laut alih-alih kerupuk atau keripik, atau menghancurkannya di atas popcorn maupun sayuran panggang untuk menambah rasa dan nutrisi.



Jika Anda ingin berpetualang, cobalah salad rumput laut yang biasanya terbuat dari wakame, sejenis rumput laut yang juga digunakan dalam sup.

2. Persediaan Makanan Laut
Satu hal yang membuat pola makan orang Jepang begitu sehat adalah fokusnya pada makanan laut. Jepang memiliki tingkat penyakit jantung terendah di dunia. Pria Jepang paruh baya, jika dibandingkan orang Amerika, juga memiliki lebih sedikit penumpukan kolesterol pada arteri mereka, yang dikaitkan dengan konsumsi makanan laut yang tinggi.

Diet orang Jepang mencakup sekitar tiga ons makanan laut sehari, atau sekitar 68 pon setahun. Sedangkan rata-rata orang Amerika makan sekitar 16 pon makanan laut setiap tahun. Ikan ataupun kerang tinggi protein dan rendah lemak jenuh. Meskipun jumlah omega-3 di antara berbagai jenis makanan laut berbeda, semua makanan laut pasti memasok nutrisi penting tersebut.

Makan makanan laut hanya dua kali seminggu tidak hanya terkait dengan kesehatan jantung yang lebih baik, tapi juga kesehatan otak dan emosional yang lebih baik. Seafood matang dengan cepat dan sebagian besar jenisnya dapat dipanggang untuk hidangan utama yang cepat sekaligus sehat. Ini merupakan ide bagus untuk memasukkan berbagai jenis ikan dan kerang ke dalam menu Anda.

3. Minum Teh Hijau
Teh hijau bisa dibilang salah satu minuman tersehat. Meminum teh ini adalah kebiasaan sehari-hari di Jepang.



Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol yang mengurangi peradangan, melindungi sel dari jenis kerusakan yang dapat memicu penyakit kronis, pemberi makan bakteri baik di usus, tempat sebagian besar sel kekebalan, dan merupakan bahan kimia saraf yang dapat meningkatkan suasana hati.

Teh hijau tanpa pemanis adalah minuman yang sempurna. Tetapi, Anda juga dapat menggunakan teh hijau yang direndam sebagai bahan dasar dalam smoothies, oatmeal, atau bahkan nasi merah maupun quinoa.

4. Makan Sampai Hampir Kenyang
Ada pepatah di Jepang "hara hachi bu", yang artinya makan sampai kenyang 80%. Dengan pola pikir ini, Anda makan sampai merasa nyaman, tetapi masih memiliki ruang di perut. Intinya, ini adalah bentuk makan dengan penuh perhatian dan memungkinkan untuk makan cukup demi memenuhi kebutuhan tubuh tanpa berlebihan.

Jika Anda ingin berlatih makan sampai hampir kenyang, mulailah dengan mendengarkan sinyal lapar dan kenyang. Anda mungkin bertanya pada diri sendiri, "seberapa lapar saya?" di awal makan, yang dapat membantu memandu seberapa banyak Anda harus melayani diri sendiri.

Kemudian saat makan, Anda mungkin bertanya, "apakah saya menikmati ini sebanyak saat saya mulai?" atau "apakah saya lapar untuk makan lagi?".

Sebaiknya makan secara perlahan, dan matikan gadget serta batasi gangguan yang tidak perlu saat makan. Cara ini dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan kalori tubuh dengan lebih baik serta mendapatkan lebih banyak kenikmatan dari makanan Anda. (Baca Juga: 5 Tips Diet yang Membantu Wanita Tetap Sehat di Usia 40 Tahun)

5. Mandi di Hutan
Di Jepang, praktik shinrin-yoku, yang berarti mandi di hutan atau menikmati suasana hutan, adalah salah satu bentuk terapi alam. Dibandingkan pergi ke luar ruangan untuk berjalan-jalan atau berlari, latihan ini lebih tentang perhatian penuh dan menyesuaikan diri dengan suasana alam.

Saat berada di alam, Anda menggunakan semua indra. Misalnya dengan merasakan angin atau matahari di kulit, melihat semua nuansa hijau di rumput dan pepohonan, dan mendengar daun.

Ketika Anda menggunakan indra untuk menyesuaikan diri dengan alam, hal itu memungkinkan pikiran serta tubuh untuk rileks, seperti yang mereka lakukan selama meditasi.

Bahkan, satu studi tentang mandi di hutan menemukan bahwa jika dibandingkan berada di kota, berada di hutan dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah, konsentrasi yang lebih rendah dari hormon stres, kortisol, dan peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis.

Menurut penelitian terbaru, perasaan sejahtera dan kepuasan hidup meningkat setelah hanya menghabiskan 20 menit di taman kota. Studi lain melaporkan temuan serupa di antara orang-orang yang menghabiskan dua jam seminggu untuk berolahraga atau menghabiskan waktu di luar ruangan.

6. Pertahankan Lingkaran Sosial yang Kuat
Tetap terhubung secara sosial sudah tertanam dalam budaya Jepang, dan itulah alasan mengapa orang Jepang menikmati kesejahteraan fisik dan emosional yang lebih baik di usia tua.

Di Jepang, integrasi sosial dapat terjadi dengan beberapa cara. Misalnya, orang dewasa dapat tinggal dalam rumah tangga multigenerasi dan di desa, tidak jarang bekerja melewati usia pensiun.

Jika Anda merasa terisolasi atau kesepian, cari cara untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan komunitas Anda. Luangkan waktu untuk berbicara di telepon atau melalui Zoom, dan dapatkan teman baru dengan bergabung dalam grup Facebook maupun komunitas online lain yang memiliki minat serupa. (Baca Juga: Diet Rendah Karbohidrat vs Diet Rendah Lemak, Mana yang Terbaik?)

Kelompok agama adalah cara lain untuk terhubung dengan komunitas Anda, memerangi kesepian, serta menikmati kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.
(tsa)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top