Bersama JP2GI, GAIN Dukung Peningkatan Edukasi tentang Susut Pangan
Sabtu, 12 September 2020 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut County Director GAIN Indonesia, Ravi Menon, setiap tahunnya hampir sepertiga pangan yang diproduksi atau sekitar 1,3 miliar ton susut dan menjadi limbah (lost and wasted). Bahkan berdasarkan komoditas, susut dan limbah pangan dari diproduksi hingga dikonsumsi diperkirakan 40% untuk buah dan sayur, 30% untuk ikan, 30% untuk sereal, dan 20% untuk biji-bijian, daging, dan produk susu.
"Tahun 2017, kami melakukan studi kasus di Jawa Timur, menggunakan proxy ikan tongkol. Kami memperkirakan susut setelah ikan didaratkan hingga sampai ke konsumen mencapai 25 persen atau 75.000-125.000 ton/tahun. Jumlah ini setara dengan susut nilai gizi ikan sekitar 16.500-27.500 ton protein/tahun, yang dapat memenuhi kebutuhan 2,7-4,4 juta anak di Indonesia. Jumlah ini sangat besar sementara kita sedang berjuang untuk mengurangi malnutrisi seperti anemia dan stunting di masyarakat," papar Ravi dalam webinar JP2GI terbaru, belum lama ini.
(Baca juga: Sederhana, Rhoma Irama Kagumi Kepribadian Via Vallen )
Ikan merupakan pangan hewani bermutu protein tinggi yang sarat zat-zat gizi kontributor sistem imun tubuh. Untuk itu, sejak 2014, GAIN mendukung Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui program Indonesia Post-Harvest Loss Alliance for Nutrition (IPLAN) meningkatkan akses terhadap makanan bergizi melalui pengurangan susut dan limbah pangan bergizi.
"Kami mendukung terbentuknya JP2GI, berbagi pembelajaran, dan mempromosikan riset, inovasi, dan pengembangan pasar dan produk pangan terkait susut hasil dan limbah pascapanen untuk perbaikan gizi masyarakat Indonesia. GAIN juga terus berupaya mempromosikan pentingnya kolaborasi untuk menurunkan susut hasil dan limbah pangan pascapanen dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 12.3.1 yaitu mengurangi hingga setengah susut dan limbah pangan pada tahun 2030," terang Senior Program Manager IPLAN, Rahmi Kasri.
"Tahun 2017, kami melakukan studi kasus di Jawa Timur, menggunakan proxy ikan tongkol. Kami memperkirakan susut setelah ikan didaratkan hingga sampai ke konsumen mencapai 25 persen atau 75.000-125.000 ton/tahun. Jumlah ini setara dengan susut nilai gizi ikan sekitar 16.500-27.500 ton protein/tahun, yang dapat memenuhi kebutuhan 2,7-4,4 juta anak di Indonesia. Jumlah ini sangat besar sementara kita sedang berjuang untuk mengurangi malnutrisi seperti anemia dan stunting di masyarakat," papar Ravi dalam webinar JP2GI terbaru, belum lama ini.
(Baca juga: Sederhana, Rhoma Irama Kagumi Kepribadian Via Vallen )
Ikan merupakan pangan hewani bermutu protein tinggi yang sarat zat-zat gizi kontributor sistem imun tubuh. Untuk itu, sejak 2014, GAIN mendukung Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia melalui program Indonesia Post-Harvest Loss Alliance for Nutrition (IPLAN) meningkatkan akses terhadap makanan bergizi melalui pengurangan susut dan limbah pangan bergizi.
"Kami mendukung terbentuknya JP2GI, berbagi pembelajaran, dan mempromosikan riset, inovasi, dan pengembangan pasar dan produk pangan terkait susut hasil dan limbah pascapanen untuk perbaikan gizi masyarakat Indonesia. GAIN juga terus berupaya mempromosikan pentingnya kolaborasi untuk menurunkan susut hasil dan limbah pangan pascapanen dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 12.3.1 yaitu mengurangi hingga setengah susut dan limbah pangan pada tahun 2030," terang Senior Program Manager IPLAN, Rahmi Kasri.
Lihat Juga :