RS Pelni Hadirkan Layanan Staysolation bagi Pasien COVID-19 Tanpa Gejala

loading...
RS Pelni Hadirkan Layanan Staysolation bagi Pasien COVID-19 Tanpa Gejala
Di Staysolation, pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh RS Pelni. Foto/Dok Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan. Angka positive rate atau perbandingan jumlah orang yang positif dengan orang yang dites di Jakarta dalam satu minggu ini sudah mencapai 13,2%.

Seperti disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bahwa kini muncul klaster rumah tangga baru yang dikarenakan adanya ketentuan untuk melakukan isolasi mandiri. Ketidakmampuan masyarakat dalam melakukan isolasi mandiri secara maksimal, serta kurang disiplin dan pengetahuan dalam melakukan isolasi mandiri ini diduga menjadi pemicu tingginya angka klaster di rumah tangga. (Baca Juga: Dampak Pandemi, 83% Tenaga Kesehatan di Indonesia Alami Burnout Syndrome)

Hal ini menjadi landasan Gubernur DKI Jakarta membuat kebijakan baru yaitu pasien-pasien dengan status terkonfirmasi tanpa gejala ataupun gejala ringan harus melakukan isolasi bersama.

Menjawab permasalahan ini, Rumah Sakit Pelni merilis layanan baru yaitu program isolasi yang dilakukan pada beberapa Safe House yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pelni.

"Layanan ini dibuat sebagai wujud kepedulian kami mendukung pemerintah dalam penanganan wabah COVID-19. Program Safe House yang dinamakan Staysolation ini merupakan program isolasi di lokasi khusus yang nyaman dan aman bagi pasien," kata dr. Didid Winnetouw, MPH, Kepala Divisi Pengembangan PT RS Pelni.

"Di Staysolation, pasien mendapatkan serangkaian layanan yang telah didesain sedemikian rupa oleh Rumah Sakit PELNI bagi kasus-kasus pasien terkonfirmasi tanpa gejala, yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah namun tak memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Pada Staysolation ini, pasien terkonfirmasi tanpa gejala diwajibkan menjalani prosedur screening terlebih dulu sebelum dinyatakan dapat diterima menginap di sana. Selama berada dalam Staysolation, pasien mendapatkan layanan berupa paket pengawasan serta pengobatan khusus yang dirancang sesuai kebutuhan pasien dari tim dokter dan perawat Rumah Sakit Pelni. Termasuk layanan pemeriksaan PCR serial yang dibutuhkan pasien.

Di samping itu, pasien juga mendapatkan layanan paket makan tiga kali sehari beserta paket laundry harian. Layanan Telemedicine diberikan bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis di luar jadwal yang telah ditetapkan.

“Dengan mengikuti program Staysolation dengan harga yang terjangkau ini, diharapkan program isolasi dapat berjalan secara lebih efektif. Pasien merasa lebih tenang dan nyaman karena berada di dalam pengawasan yang tepat,” imbuh dr. Didid.

Program Staysolation ini telah berjalan lebih dari tiga bulan terakhir, dan memiliki banyak peminat yang kian hari makin meningkat, baik yang berasal dari masyarakat umum maupun instansi-instansi di Jakarta. (Baca Juga: Harapan untuk Pasien, RSCM Hadirkan Layanan Transplantasi Ginjal Sesuai Protokol Kebiasaan Baru)

“Kondisi ini juga menunjukkan bahwa tidak sedikit masyarakat dengan kasus terkonfirmasi tanpa gejala merasa kesulitan dalam melakukan isolasi mandiri karena berbagai macam faktor. Termasuk di antaranya keluarga yang rentan tertular,” pungkas dr. Didid.
(tsa)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top