Vitamin C atau Vitamin D, Mana yang Lebih Efektif untuk Daya Tahan Tubuh?
Selasa, 30 Desember 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sementara itu, vitamin D bukan sekedar antioksidan.
Vitamin D berfungsi sebagai semacam penyalur pesan bagi sel-sel kekebalan tubuh. Ia membantu sel-sel imun mengenali dan merespons patogen seperti virus dan bakteri dengan lebih tepat.
Baca juga: Bahaya Konsumsi Vitamin C Berlebih, Ini 5 Efek Samping Serius yang Perlu Diketahui
Tubuh kita mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari, makanan tertentu seperti ikan berlemak, atau suplemen. Banyak orang justru mengalami kekurangan vitamin D, terutama di musim dingin atau saat minimnya paparan matahari.
Untuk itu dapat disimpulkan bahwa kedua vitamin ini sama-sama penting. Di mana keduanya berbeda namun saling melengkapi.
Vitamin C bekerja sebagai pertahanan antioksidan dan membantu sistem imun bekerja secara efisien, sementara vitamin D membantu sel kekebalan mengenali dan merespons ancaman dari luar tubuh. Keduanya paling efektif bila dikonsumsi secara konsisten sepanjang tahun, bukan hanya ketika muncul gejala penyakit atau saat imun tubuh melemah.
Vitamin D berfungsi sebagai semacam penyalur pesan bagi sel-sel kekebalan tubuh. Ia membantu sel-sel imun mengenali dan merespons patogen seperti virus dan bakteri dengan lebih tepat.
Baca juga: Bahaya Konsumsi Vitamin C Berlebih, Ini 5 Efek Samping Serius yang Perlu Diketahui
Tubuh kita mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari, makanan tertentu seperti ikan berlemak, atau suplemen. Banyak orang justru mengalami kekurangan vitamin D, terutama di musim dingin atau saat minimnya paparan matahari.
Untuk itu dapat disimpulkan bahwa kedua vitamin ini sama-sama penting. Di mana keduanya berbeda namun saling melengkapi.
Vitamin C bekerja sebagai pertahanan antioksidan dan membantu sistem imun bekerja secara efisien, sementara vitamin D membantu sel kekebalan mengenali dan merespons ancaman dari luar tubuh. Keduanya paling efektif bila dikonsumsi secara konsisten sepanjang tahun, bukan hanya ketika muncul gejala penyakit atau saat imun tubuh melemah.
Lihat Juga :