Ibu Jangan Lupa Jaga Kesehatan
Senin, 05 Oktober 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang positif COVID-19, ada yang berstatus negatif COVID-19. Meskipun demikian, ibu hamil tetap perlu mewaspadai COVID-19. Wanita hamil terinfeksi COVID-19, berisiko mengalami gejala yang lebih berat, dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil.
“Kehamilan merupakan faktor pemberat atau komorbid. Artinya kehamilan setara dengan lansia, diabetes, dan hipertensi. Ini berarti, dampak COVID-19 pada ibu hamil sama dengan dampaknya pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis lainnya,” jelas spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSIA Tambak ini.
Tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Psikolog Adityana Kasandra Putranto mengatakan, perasaan cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. “Hal ini bisa berakibat meningkatnya risiko terpapar virus,” kata Adityana. (Baca juga: Jangan Pernah Malas Pakai Masker karena Ini Alasannya)
Dijelaskan dr. Arie, di masa pandemi COVID-19 , frekuensi kontrol kehamilan sebaiknya dikurangi, cukup empat kali kontrol sepanjang masa kehamilan, selama kandungannya sehat.
Menurut dr. Arie, rekomendasi tersebut berlaku untuk ibu hamil yang tidak memiliki masalah kehamilan, seperti muntah-muntah hebat, perdarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, hipertensi, atau tidak merasakan gerak janin sama sekali.
“Kedua adalah menjalani protokol pencegahan penularan COVID-19. Ibu hamil harus memakai masker dan face shield setiap keluar rumah,” saran dr. Arie. Dari segi nutrisi, jika ibu hamil sudah memenuhi nutrisi kehamilan, maka hal tersebut sudah cukup untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun.
“Kehamilan merupakan faktor pemberat atau komorbid. Artinya kehamilan setara dengan lansia, diabetes, dan hipertensi. Ini berarti, dampak COVID-19 pada ibu hamil sama dengan dampaknya pada lansia dan orang yang memiliki penyakit kronis lainnya,” jelas spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSIA Tambak ini.
Tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Psikolog Adityana Kasandra Putranto mengatakan, perasaan cemas berlebihan berpotensi menurunkan imunitas dan berdampak negatif terhadap psikologis ibu hamil. “Hal ini bisa berakibat meningkatnya risiko terpapar virus,” kata Adityana. (Baca juga: Jangan Pernah Malas Pakai Masker karena Ini Alasannya)
Dijelaskan dr. Arie, di masa pandemi COVID-19 , frekuensi kontrol kehamilan sebaiknya dikurangi, cukup empat kali kontrol sepanjang masa kehamilan, selama kandungannya sehat.
Menurut dr. Arie, rekomendasi tersebut berlaku untuk ibu hamil yang tidak memiliki masalah kehamilan, seperti muntah-muntah hebat, perdarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, hipertensi, atau tidak merasakan gerak janin sama sekali.
“Kedua adalah menjalani protokol pencegahan penularan COVID-19. Ibu hamil harus memakai masker dan face shield setiap keluar rumah,” saran dr. Arie. Dari segi nutrisi, jika ibu hamil sudah memenuhi nutrisi kehamilan, maka hal tersebut sudah cukup untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun.
Lihat Juga :