Tetap Jaga Protokol Kesehatan di Masa PSBB Transisi

loading...
Tetap Jaga Protokol Kesehatan di Masa PSBB Transisi
Kampanye disiplin 3 M di pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Saat ini kita memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Namun, jangan sampai pelonggaran ini mengendurkan kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan yang berlaku.

Terhitung Senin (12/10), Jakarta mulai memberlakukan PSBB masa transisi. Beberapa ruang publik pun mulai dibuka dan siap menyambut masyarakat, sebut saja gelanggang olahraga, tempat ibadah, restoran. Meski begitu, protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Dr dr Erlina Burhan SpP, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, menegaskan, kebiasaan yang sudah dijalankan sebelumnya harus terus dilakukan. (Baca: Nasihat Indah Aa Gym: Jangan mempersulit Diri!)

Jika tidak, jumlah penderita Covid-19 akan bertambah, sementara rumah sakit tidak sanggup lagi menampung pasien yang membeludak. “Pertama adalah disiplin PSBB, antara lain tidak bepergian, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, hidup bersih dan sehat, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh," beber dr Erlina.

Guna menjaga imunitas tubuh, dia menyarankan makan makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, kelola stres, dan minum vitamin. "Untuk yang tidak begitu yakin apakah makanan yang dikonsumsi sudah cukup mengandung vitamin, mereka bisa melengkapinya dengan mengonsumsi produk vitamin atau suplemen," ucap dia.



Dr Erlina mengatakan, ada beberapa langkah pencegahan persebaran yang bisa dilakukan. Di tempat kerja, misalnya, pastikan tempat kerja bersih dan berventilasi baik, gunakan masker, terapkan etika batuk dan bersin, sediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, kurangi menyentuh peralatan bersama, jaga jarak minimal 1 meter, edukasi tanda dan gejala serta higienitas respirasi kepada pekerja, dan jika sakit, bekerja dari rumah dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memburuk.

Dia juga menyarankan untuk tidak makan di tempat jika ke restoran, tetapi dibawa pulang. Pada masa ini, masyarakat sebetulnya lebih perhatian dengan pola makan sehat. Ini terlihat dari hasil penelitian yang dilakukan market research agency Kantar pada Maret 2020. Ternyata terdapat perubahan gaya hidup pada masyarakat Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Di antaranya, masyarakat mulai mencoba mengonsumsi menu makanan sehat (90%), menguji resep makanan baru (61%), pada saat bersamaan mengonsumsi snack harian lebih tinggi dari biasanya (41%). (Baca: Tips Aman ke Dokter Gigi Selama Covid-19)

Melihat kenyataan ini, Direktur SEAFAST Prof Dr Ir Nuri Andarwulan MSi mengatakan, kebiasaan makan sehat sudah banyak diterapkan masyarakat. "Namun, pandemi menyadarkan masyarakat untuk mengutamakan konsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan imunitas tubuh," kata Nuri. Bagi mereka yang bekerja di kantor, guna mencegah persebaran virus, disarankan membawa makanan sendiri dari rumah.



"Dengan menyiapkan makanan dari rumah, standar kebersihan makanan yang kita konsumsi bisa terjaga dan terkontrol. Selain itu, kita bisa lebih leluasa membuat bekal dengan gizi yang tinggi," kata ahli nutrisi Rachel Olsen. Dia menyarankan, bekal tersebut mengikuti konsep isi piringku dengan 35% karbohidrat berserat tinggi (kentang, nasi merah, ubi, dll), 35% sayuran hijau, 15% lauk berprotein tinggi (ikan, tahu, tempe, ayam dada), dan 15% buah-buahan. Perlu diingat juga untuk membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah.

Jika ingin membeli makanan di luar, perlu hati-hati. Cek lebih dulu apakah yang menjual makanan memakai masker dan tidak menyentuh langsung makanan serta cari tempat makan yang tidak ramai untuk mengurangi interaksi langsung dengan orang banyak. Selain itu, penting untuk menerapkan 3J (jumlah, jenis, dan jadwal makan yang benar). Porsi dan jenis makanan sebaiknya mengikuti anjuran isi piringku. Sedangkan jadwal makan disarankan juga konsisten pada pagi (06.00–07.00), siang (12.00–13.00), dan malam (18.00–19.00). "Tiga aspek ini dapat memaksimalkan kerja sistem pencernaan dan metabolisme tubuh yang berdampak pada kekebalan tubuh," bebernya. (Lihat videonya: Kelompok Geng Motor di Medan Terjaring Razia Polisi)

Sebelum berangkat ke kantor, Rachel menyarankan untuk sarapan yang tinggi vitamin dan mineral supaya imunitas tubuh terjaga saat memulai hari. Contohnya dengan makan buah-buahan seperti pisang, pepaya, alpukat, jambu, atau edamame. (Sri Noviarni)
(ysw)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top